• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Bunga 5,25 Persen, Acuan September 2019

19 September
14:34 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) akhirnya memutuskan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi  5,25 Persen.

Hasil RDG BI dalam kesempatan ini juga menurunkan suku  bunga Deposit Facility turun sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar turun 25 bps menjadi 6 persen.

"Kebijakan ini konsisten dengan target inflasi dan imbal hasil aset keuangan domestik yang tetap menarik serta langkah preemptive untuk mendorong ekonomi domestik di tengah perlambatan ekonomi global” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019).

Perry menjelaskan ketegangan hubungan dagangan antara AS dan China yang berlanjut dan risiko geopolitik terus menekan perekonomian dunia dan membuat ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi.

"Perekonomian AS tumbuh melambat akibat penurunan ekspor dan investasi nonresidensial. Perekonomian dunia yang melambat juga mendorong harga komoditas global kembali menurun yang mengakibatkan rendahnya tekanan inflasi” kata Perry Warjiyo kepada wartawan.

"Bagaimanapun juga dinamika ekonomi global tersebut menjadi perhatian kita dan perlu diantisipasi dengan baik karena dapat berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi dan arus investasi asing sebagai penjaga stabilitas eksternal” kata Gubernur BI.

Konsumsi swasta tumbuh terbatas meskipun konsumsi rumah tangga tumbuh stabil yang didukung oleh bantuan sosial pemerintah. Ke depan bauran kebijakan antara pemerintah dan BI bisa menjaga target titik tengah pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun depan.

Untuk neraca pembayaran Indonesia juga diperkirakan akan terjaga yang didukung oleh investasi PMA dan portofolio.

Arus modal asing tercatat 3,5 miliar Dolar Amerika (USD) didorong oleh prospek ekonomi domestik dan daya tarik investasi domestik yang baik.

Current Account Deficit (CAD) atau neraca transaksi berjalan diperkirakan tetap terjaga dipengaruhi oleh impor yang turun sejalan dengan ekonomi domestik yang belum kuat. Posisi cadangan devisa juga akan tetap kuat.

CAD pada 2019 dan 2020 diperkirakan tetap terkendali pada kisaran 2,5%-3% yang ditopang oleh aliran modal asing yang tetap besar. Nilai tukar rupiah menguat sejalan dengan kinerja neraca pembayaran Indonesia yang tetap baik.

Rupiah sejak awal tahun hingga 18 September 2019 menguat sebesar 2,3%. Ke depan rupiah akan tetap stabil sesuai dengan mekanisme pasar yang terjaga seiring dengan prospek aliran modal asing.Inflasi juga tetap terkendali pada level rendah dan stabil.

Secara tahunan inflasi Agustus 3,49 persen atau naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Inflasi yang terkendali didukung oleh inflasi inti yang tetap terjaga. Kenaikan inflasi inti beberapa bulan terakhir lebih dipengaruhi oleh harga emas dan volatile food.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00