• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Nikah Usia Dewasa, Angka Kematian Ibu Bayi Dapat Dicegah

19 September
13:14 2019
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Pendewasaan usia perkawinan adalah hal utama yang perlu dilakukan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan. Bahkan juga untuk mengatasi kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Pernikahan usia dini yang masih terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi perhatian bersama sehingga keterlibatan semua komponen masyarakat menjadi sangat penting.

“Kalau secara agama islam membolehkan menikah jika sudah akil baligh baik laki – laki maupun perempuan itu syah. Tapi yang kita inginkan adalah membentuk keluarga yang berkualitas,” kata, Tgh. Hazmi Hamzar Anggota DPRD NTB, Kamis (19/9/2019).

Ia menjelaskan, keluarga berkualitas akan terwujud dari bibit – bibit yang berkualitas. Artinya pendewasaan usia perkawinan ini menjadi jawaban dari semua itu. Bisa mempertahankan perkawinan yang sakinah, mawaddah dan warahmah jika yang menjalaninya adalah orang – orang yang sudah dewasa ataupun matang.

“Suaminya sudah dewasa maka istrinya juga sudah dewasa. Kalau dia sama – sama dewasa maka setidaknya dia tidak terlalu gampang memutuskan sesuatu itu dengan cara emosional. Dimana begitu dia emosi dia bercerai. Nah inilah yang tidak kita inginkan,” paparnya.

“Tapi kalau dia berangkat dari orang yang sudah dewasa untuk bercerai itu pasti dia akan berpikir panjang. Jadi itulah sebabnya di perlukan pendewasaan usia perkawinan,” tambahnya.

Disebutkan, usia 19 tahun adalah awal menuju dewasa sehingga usia pernikahan yang paling ideal haruslah sudah selesai kuliah atau Strata satu (S1). Jikapun tidak bisa yang minimal harus lulus SMA sederajat. Semakin dini usia pernikahan lanjutnya, maka dia belum tahu banyak tentang tanggungjawab rumah tanggannya.

“Bagaimana kalau suaminya lulusan SMP dan bagaiman istrinya juga tamatan SMP atau SD. Bagaimana dia akan bisa bertanggungjawab dalam membangun sebuah keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah sementara dia tidak tahu tugas dan tanggungjawabnya,” tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00