• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Presiden Jokowi Terima Surat Pengunduran Diri Imam Nahrawi

19 September
11:27 2019
0 Votes (0)

KBRN,  Jakarta : Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi tadi telah menerima surat pengunduran diri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi usai ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

" Tadi pagi Pak Imam sudah ketemu saya. Saya menghormati apa yang sudah diputuskan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi , bahwa Pak Imam sudah menjadi tersangka karena urusan dana hibah dengan KONI, " ungkap Jokowi di Istana Merdeka,  Jakarta,  Kamis (19/09/2019).

Meski demikian,  Kepala Negara mengaku segera mempertimbangkan apakah akan segera mengganti menteri baru pengganti Imam atau menggunakan Pelaksana Tugas (Plt). 

" Baru satu jam yang lalu disampaikan pada saya surat pengunduran diri, kita akan pertimbangkan hari ini," kata Jokowi. 

Jokowipun mengingatkan kepada jajaran menteri maupun kepala lembaga untuk berhati - hati dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), lantaran akan diperiksa semua kepatuhannya terhadap Undang-undang oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

" Semuanya hati-hati menggunakan anggaran APBN, semua akan diperiksa kepatuhan pada perundang - undangannya oleh BPK,  kalau ada penyelewengan akan berurusan sama aparat penegak hukum," tegas Jokowi. 

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalauran dana hibah pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

KPK sebelumnya telah menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah asisten pribadi Imam bernama Miftahul Ulum, Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy, dua staf Kemenpora Adhi Purnomo dan Eko Triyanto, dan Mantan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana.

Imam diduga diduga menerima suap Rp 14.700.000.000 melalui Miftahul selama rentang waktu 2014-2018.

Selain itu, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam juga diduga meminta uang senilai Rp 11.800.000.000.  Sehingga total dugaan penerimaan uang sebesar Rp 26.500.000.000 yang diduga merupakan commitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018. 

Sementara itu, jaksa KPK dalam sidang sebelumnya menyebut Imam bersama-sama stafnya melakukan permufakatan jahat secara diam-diam.

Hal tersebut disampaikan jaksa saat membacakan surat tuntutan untuk Ending dan Johny yang menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Menurut jaksa, keterangan Imam dan asisten pribadinya serta staf protokol Kemenpora Arief Susanto yang membantah adanya penerimaan uang, harus dikesampingkan.

Keterangan mereka dianggap tidak relevan dengan barang bukti dan keterangan saksi lainnya.

Menurut jaksa, adanya keterkaitan bukti dan keterangan saksi lainnya justru menununjukkan bukti hukum bahwa Imam, Ulum, dan Arief melakukan permufakatan jahat. 



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00