• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Panggil Mantan Sekjen Kementan Syukur Iswantoro Terkait Kasus Suap Impor Bawang

19 September
10:58 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil seorang saksi Syukur Iswantoro. Yang bersangkutan merupakan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.

Pemanggilan Syukur dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor6 suap impor bawang putih. Syukur rencananya akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka I Nyoman Dharmantra, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia non aktif.

"Yang bersangkutan (Syukur Iswantoro) dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka INY (I Nyoman Dhamantra)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Penyidik KPK hari ini juga memanggil dua pejabat Kementan, masing-masing  Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementan, Suwandi dan Direktur Pembenihan Holtikultura Kementan, Sukarman. Namun dalam pemeriksaan kali ini Suwandi diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Dirjen Holtikultura Kementan.

Penyidik KPK hingga saat ini telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka. Masing-masing sebagai pemberi suap atau penyuap adalah Chandry Suanda (Afung) pemilik PT Cahaya Sakti Agro, Doddy Wahyudi berprofesi swasta, dan Zulfikar berprofesi swasta.

Sedangkan sebagai pihak penerima suap, KPK menetapkan tersangka kepada anggota DPR 2014 hingga 2019 I Nyoman Dhamantra. Kemudian orang kepercayaan Nyoman, Mirawati Basri dan Elviyanto dari unsur swasta.

Tersangka i Nyoman Dhamantra diduga meminta commitment fee Rp 3,6 miliar dan Rp 1.700-1.800 tiap kg lewat Mirawati untuk mengurus izin kuota 20 ton bawang putih. Suap itu diduga berasal dari Chandry dan Doddy. Uang suap yang sudah diberikan ke Dhamantra berjumlah Rp 2 miliar. Duit itu ditransfer lewat rekening money changer.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00