• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Panggil Melchias Marcus Mekeng, Saksi Tersangka Samin Tan Terkait Kasus Dugaan Suap

19 September
10:41 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta  : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK( hari ini dijadwalkan memanggil Ketua Fraksi Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Melchias Marcus Mekeng.

Mekeng dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus suap mantan Anggota DPR Eni Maulani Saragih. Mekeng rencananya akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Samin Tan.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SMT (Samin Tan)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Mekeng sebelumnya pernah dipanggil oleh KPK 2 kali sebagai saksi. KPK juga mencegah Mekeng ke luar negeri. Mekeng dicegah selama enam bulan ke depan terhitung mulai Selasa (10/9/2019).

Adapun kasus dugaan suap antara Samin Tan dan Eni itu terkait masalah yang dialami perusahaan Samin, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT). Permasalahan yang dimaksud terkait perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM.

PKP2B PT AKT sebelumnya dihentikan oleh Kementerian ESDM, yang dipimpin Ignasius Jonan. Penghentian itu dilakukan karena PT AKT dianggap telah melakukan pelanggaran kontrak berat. Atas penghentian itu, terjadi proses hukum hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) yang hasilnya menyatakan keputusan Menteri ESDM soal penghentian PKP2B PT AKT tetap berlaku.

Dalam proses menuju pengajuan banding terhadap putusan PTUN tentang terminasi itu, Eni menjanjikan bisa membantu Samin Tan dalam urusan dengan keputusan terminasi oleh Kementerian ESDM. Duit Rp 5 miliar pun diduga diserahkan agar Eni membantu mengurus hal tersebut.

Namun pada akhirnya pemerintah tetap menang hingga putusan terminasi terhadap kerja sama dengan PT AKT berkekuatan hukum tetap lewat putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00