• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Pagi Ini Kualitas Udara di Pekanbaru Tidak Sehat

19 September
09:04 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Kamis (19/9/2019) jumlah hotspot masih terpantau banyak di Provinsi Riau, sebanyak 141 titik panas yang terpantau tersebar di beberapa kabupaten/kota di Riau. Kualitas udara masih pada level tidak sehat.

Staf analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki menjelaskan sebanyak 141 titik di Riau itu terbanyak terpantau di Inhil 45 titik, Inhu 34 titik, Pelalawan 28 titik, Kampar 12 titik, Rohil 11 titik, Kuansing 6 titik, Rohul 3 titik, Bengkalis 2 titik.

"Di Provinsi lain di Pulau Sumatera juga masih ramai hotspot terutama di Sumsel masih ada 202 titik, Jambi 166 titik, Babel 42 titik, Lampung 33 titik, Sumbar 22 titik, Kepri 4 titik, Sumut dan Bengkulu masing-masing 1 titik," katanya.

Dikatakan, sementara kondisi cuaca di Riau cerah Berawan dengan Berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara akibat partikel kering seperti asap dan haze.

"Sedangkan pada siang hari cerah berawan dengan Berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara akibat partikel kering seperti asap dan haze," tambahnya.

Selanjutnya sore hingga malam harinya cuaca cerah berawan dengan berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara akibat partikel kering seperti asap dan haze.

Peluang hujan dengan intensitas Ringan hingga sedang, tidak merata dan bersifat lokal, disebagian wilayah Kabupaten Rohul, Rohil, Kampar, Bengkalis, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru.

Kemudian pada dini harinya cuaca madih cerah berawan dengan berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara akibat partikel kering seperti asap dan haze.

Peluang hujan dengan intensitas Ringan hingga sedang, tidak merata dan bersifat lokal disebagian wilayah Kab. Pelalawan dan Kab Kep. Meranti.

BMKG juga memberikan peringatan dini kepada masyarakat untuk waspada terhadap penurunan kualitas udara dan jarak pandang akibat peningkatan polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00