• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Gegara Komentar di WAG, Dosen Unsyiah Dipolisikan Dekan, Polisi Harap Keduanya Berdamai

18 September
22:02 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Kasus yang melibatkan Dosen Fakultas MIPA, Saiful Mahdi dengan Dekan Fakultas Teknik, Taufik Saidi di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh menyita perhatian publik Aceh.

Keduanya bersitegang hanya persoalan sepele, yaitu soal pernyataan yang ditulis oleh Saiful Mahdi di dalam Grup WhatsApp (WAG) internal kampus berjukuk Jantong Hatee rakyat Aceh itu. 

Saiful Mahdi dilaporkan ke Polresta Banda Aceh oleh Taufik Saidi atas kasus pelanggaran UU ITE. Taufik menuding Saiful Mahdi menulis sebuah pernyataan di grup internal Unsyiah dengan nama grup 'Unsyiah Kita' soal dugaan kecurangan penerima PNS di Fakultas Teknik. 

Polisi pun telah menetapkan Saiful Mahdi sebagai tersangka pada Juni lalu dan kasus ini hingga sekarang masih berlanjut. 

Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Ryanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan memanggil tersangka untuk dilakukan penyidikan. 

"Sudah beberapa kali dimintai keterangan. Kasus ini sudah tahap satu, dan nantinakan dilimpahkan ke JPU," kata Trisno di Banda Aceh Rabu (19/9/2019). 

Trisno menyebut, pihaknya melakukan penyelidikan kasus ini secara profesional. Pihaknya juga akan meminta pendapat ahli bahasa untuk menganalisis isi pernyataan yang disampaikan tersangka di dalam grup WAG tersebut. 

"Ya kalau memang nanti menurut ahli bahasa apa yang disampaikan di dalam grup WAG itu benar adanya, berarti tidak ada delik hukum di sini," jelas Trisno. 

Dia pun berharap, kedua belah pihak yang sedang bertikai ini agar berdamai, karena menurutnya kasus ini hanyalah persoalan internal. 

"Kalau bisa diselesaikan secara damai, ngapain lagi diproses. Mereka bertikai untuk mendapatkan keadilan melalui proses peradilan. Kalau mereka berdamai, ngapain kita proses lagi. Harapannya kasus ini bisa diselesaikan secara damai. Ada pihak ketiga. Misalnya rektor bisa menengahi persoalan ini, kan begitu," ungkap Trisno. 

Menurutnya, kepolisian tidak ada wewenang untuk mendamaikan kedua belah pihak antara pelapor dan terlapor dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda keduanya untuk berdamai. 

"Kita tidak bisa bertindak sebagai pihak yang mendamaikan, karena disatu sisi kita juga menangani laporan masyarakat terkait kasus ini. Kita ya tetap berjalan di atas rel. Jadi kalau tidak damai, ya kita kawal terus sampai ke pengadilan di sana nanti bisa membuktikan," tegasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00