• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Penyidikan Kasus Dugaan Suap Menpora Imam Nahrawi Dilakukan KPK Sejak 28 Agustus 2019

18 September
19:23 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini telah menetapkan 2 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap dana bantuan hibah Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta mebjelaskan bahwa penyidik KPK telah menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora kepada KONi.

Sementara itu Kabiro Humas KPk Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPk Jakarta menjelaskan bahwa proses penyidikan terkait kasus dugaan suap itu dilakukan pada akhir Agustus 2019 yang lalu.

"Penyidikan mulai dilakukan sejak 28 Agustus 2019. Ada sejumlah kegiatan yang dilakukan penyidik selama waktu tersebut” kata Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Febri menjelaskan bahwa penyidik KPK sebelumnya juga melakuiak pemeriksaan terhadap tersangka lainnya yaitu Miftahul Ulum. Menurut Febri, tersangka Miftahul Ulum kini telah ditahan penyidik KPK.

“Penyidikan ini kami lakukan sebelum revisi UU KPK diketok di Paripurna DPR. Karena memang hasil penyelidikan sudah menyimpulkan bukti permulaan yang cukup telah terpenuhi” kata  Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta.

Penyidik KPK secara resmi telah menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus perkara dugaan suap terkait dana hibah dari Kemenpora kepada KONI.

Imam Nahrawi diduga menerima uang suap yang totalnya mencapai Rp 26,5 miliar. Uang suap yang diterima Imam tersebut bahkan nilainya lebih besar jika dibandingkan dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang pernah diserahkan Imam Nahrawi kepada KPK. 



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00