• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Menyongsong Hari Jadi ke 74, Pemprov Jatim Dorong Perdagangan Antar Daerah

18 September
10:22 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Secara resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaunching maskot dan berbagai agenda kegiatan, dalam rangka Hari Jadi ke 74 tahun 2019. Launching dilakukan di halaman gedung Pemprov Jatim Jl. Pahlawan, Surabaya. 

Dihadapan seluruh Bupati Walikota, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan perihal kemungkinan berpindahnya Ibu Kota ke wilayah Kalimantan Timur. Jawa Timur, memiliki kesempatan terbuka lebih kuas, karena geografis yang terdekat dengan Kaltim. 

"Kita sudah mendapatkan lokasi rencana dibangunnya Istana, maka kita dapat lokasi terdekat dari Istana," jelasnya, Rabu (18/9/2019).

Yang akan datang, kata Khofifah adalah pihaknya akan membangun kantor perwakilan dagang Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Khofifah mengajak kepada seluruh stakeholder betapa pentingnya partnership atau kerjasama. 

"Nggak usah harus Dinas Perindag sendiri, kita ajak HIPMI Jawa Timur, kita ajak IWAPI Jawa Timur, kita ajak Kadin Jawa Timur, bagaimana kita membangun sinergitas," tambahnya. 

Dengan harapan, perdagangan antar pulau, antar daerah yang bisa disediakan oleh Pemprov Jawa Timur atau mungkin ada material tertentu yang dibutuhkan oleh Industri dagang, UMKM, Koperasi Jawa Timur bisa disuplai dari daerah lain.

"Kita tingkatkan sinergitas kerjasama antar Provinsi di Indonesia," tegasnya. 

Khofifah mengatakan, bagaimana sesungguhnya ingin mengukur presisi mungkin capaian-capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dari RPJMD, menjadi penting untuk bisa mengukur kinerja semua.

"Lalu kita melihat dari 9 Nawa Bhakti Satya, ada Jatim Sejahtera, ada Jatim Harmoni. Apa artinya? Kita ingin secara konsisten seluruh pertumbuhan yang kita ingin raih akan memberikan signifikansi terhadap penurunan kemiskinan," harapnya. 

Seluruh pertumbuhan yang ingin dicapai akan bisa membuka lapangan kerja secara signifikan. Artinya, kata Khofifah, harus mampu melakukan presisi mungkin, dimana setiap pertumbuhan ekonomi, harus berkualitas dan inklusif, serta bisa mempersempit ketimpangan.

"Bisa menurunkan kemiskinan sekaligus membuka lapangan pekerjaan," tandasnya. 



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00