• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

KLHK: Dibanding 2015, Hotspot Sekarang Turun Jadi 15 Ribu

17 September
23:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rasio Rido Sani mengklaim bahwa kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun ini menurun tiap tahunnya sejak tahun 2015.

Penurunan kasus karhutla tahun ini bahkan jauh jika dibandingkan dengan tahun 2015 berdasarkan data yang diperoleh. 

"Perlu kami sampaikan, bahwa kita berdasarkan data hotspot. Data hotspot yang sekarang inikan sekitar 15 ribu, kalau kita bandingkan dengan 2015 yang 70 ribuan itukan masih cukup jauh," katanya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Selasa (17/9/2019).

Hal itu menurut rasio karena pihaknya terus melakukan penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang masih bandel melakukan pembakaran demi membuka lahan. Penegakan hukum itu berupa sanksi administratif, perdata, maupun pidana.

"Kami sampaikan kita lakukan tahun 2015, ada 63 sanksi administratif kita keluarkan, kemudian kita juga gugat perusahaan terdaftar, kita gugat keperdataan ya, karena 2015, 2016, 2017, 2018 relatif menurun sangat signifikan dibandingkan dengan tahun 2015," jelasnya.

Meski menurun, ditekankannya pemerintah tak boleh lengah. Sebab masyarakat pada dasarnya butuh hidup dengan udara yang segar, terbebas dari asap hasil karhutla.

"Masyarakat kan selama ini sudah bisa menikmati udara bersih selama ini. Masyarakat tidak boleh mendapatkan udara asap lagi," ujarnya.

Lebih lanjut dakuinya, dalam beberapa bulan terakhir, titik panas atau hotspot memang terjadi peningkatan. Makanya, dia pun bertekad untuk melakukan penegakan hukum lebih intensif lagi.

"Kita harus lakukan penegakan hukum secara tegas lagi. Langkah yang ke depan, yang kami terus bicarakan, adalah mengapa kami juga terus menekankan penegakan hukum administratif, karena penting dilakukan karena lebih cepat," pungkasnya. (Foto: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00