• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Laode M. Syarif : RUU KPK Baru Berpotensi Lemahkan Fungsi Penindakan

17 September
17:05 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi hasil keputusan terkait pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) No. 30 Tahun 2002 tentang KPK. RUU KPK itu baru saja disahkan dan disetujui Dewan Perwakikan Rakyat (DPR)

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menilai banyak pasal didalam UU tersebut yang diduga cenderung bepotensi melemahkan penindakan yang dilakukan KPK.

“Dokumen itu kami terima via 'hamba Allah', karena KPK tidak diikutkan dalam pembahasan dan belum dikirimi secara resmi oleh DPR atau Pemerintah, banyak sekali norma-norma pasal yang melemahkan penindakan di KPK” kata Laode M. Syarif di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Menurut Laode, ada sejumlah poin-poin dalam UU KPK baru dinilainya berpotensi melemahkan KPK. Salah satunya diantaranya komisioner KPK bukan lagi sebagai penyidik dan penuntut umum. Dengan demikian maka kegiatan penyadapan, penggeledahan, penyitaan harus izin dewan pengawas, Dewan Pengawas diangkat oleh Presiden.

Selanjutnya menurut Laode dirinya menyebut bahwa komisioner bukan lagi merupakan pimpinan tertinggi di KPK dan status kepegawaian KPK berubah drastis dan harus melebur menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

"Hal-hal di atas berpotensi besar untuk mengganggu iindependensi KPK dalam mengusut suatu kasus perkara korupsi” kata Laode M. Syarif kepada wartawan di Jakarta.

Menurutnya, masih banyak detail dalam UU itu yang melemahkan KPK. Namun, Syarif mengaku masih menelitinya.

Sementara itu serlumnya Komisi III DPR RI telah mengesahkan terkait RUUU KPK baru dalam rapat paripurna di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan.

Dalam RUU tersebut, KPK nantinya akan memiliki Dewan Pengawas, izin penyadapan hingga penyidikan dari Dewan Pengawas, pimpinan KPK bukan lagi penyidik dan penuntut umum hingga KPK yang bisa menerbitkan surat Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan atau SP3.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00