• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kembangkan Transportasi Terintegrasi Hingga Bantu Akselerasi KSPN Prioritas Dishub Jateng

17 September
12:50 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang: Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah akan luncurkan layanan aglomerasi Soloraya dan Purworejo- Magelang pada 2020. Sebelumnya, pada Oktober nanti dijadwalkan akan dioprasikan Trans Jateng Koridor III Semarang-Kendal.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dishub Jateng, Satrio Hidayat kepada RRI dalam mewarnai Peringatan Hari Perhubungan, Selasa (17/9/2019).

Menurutnya, pengembangan BRT aglomerasi ini masuk dalam skala prioritas program kerja 5 tahun. Dalam skala prioritas tersebut setidaknya terdapat 7 koridor BRT aglomerasi yang dibidik. 2 diantaranya bahkan telah dioprasikan yakni koridor I Semarang- Bawen dan Purbalingga-Purwokerto.

“BRT kami pangsanya umum, pelajar, buruh mudah-mudahan di tahun 2020 nanti masyarakat sudah dapat terlayani,” terangnya.

Disebutkan, untuk Trans Jateng Koridor III Semarang-Kendal pada tahap awal rencananya ada 14 armada. Nantinya, kendaraan aglomerasi tersebut menggunakan Bus Rapid Trans (BRT) High Deckatau mirip yang dipakai untuk Koridor Semarang Tawang (Semarang)-Terminal Bawen (Kabupaten Semarang).

“Jadi sementara nanti rutenya Mangkang-terminal Bahurekso sambil kami melakukan koordinasi bisa enggak nanti masuk Kawasan Industri Kendal (KIK),” ungkapnya.

Serupa dengan koridor III Semarang- Kendal, layanan aglomerasi Soloraya rencananya juga akan diisi 14 armada. Bedanya rencananya ke 14 armada itu akan mengunakan Bus low Deck.

“Solo-Gemolong-Sumberlawang lewat Sangiran jadi ada aksesnya juga untuk membantu masyarakat menuju wisata ke tempat sangiran disamping untuk buruh dan satu lagi untuk Purworejo-Magelang.

Satrio mengatakan dalam pembukaan sistem transportasi terintegrasi akan melibatkan pengusaha angkutan setempat dalam pengoprasionalannya. 

“Kita lakukan koordinasi karena BRT ini bukan program tapi proses. Karena nanti saat operasional biar angkutan yang disana tidak merasa tersaingi maka kita ajak mengoprasionalkan bersama,” tandasnya.

Sementara itu tak hanya pengembangan BRT aglomerasi, Dishub juga membidik pengembangan akses transportasi terintegrasi antara stasiun dan daerah, hingga mendukung akselarasi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dan memaksimalkan kapasitas 6 bandara potensial di Jawa Tengah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00