• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Proses Hukum Pelaku Pengeroyokan dan Berikan Pengamanan Pelukis Mural Prov Lampung

17 September
12:49 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandar Lampung : Walikota Bandar Lampung, meminta aparat kepolisian agar secapatnya melakukan proses hukum kepada pelaku pengeroyokan pelukis mural underpass Unila dan memberikan pengawalan pengamanan  dalam melanjutkan  pengerjaannya. 

Terkait pengeroyokan terhadap pelukis mural underpass Unila, Wali kota Bandar Lampung, Herman HN, Selasa (17/09/2019) menegaskan bahwa pelaku aksi tersebut harus diproses hukum secepatnya.

Menurutnya, kasus tersebut sudah dilaporkan baik ke polsek setempat maupun  polresta dan juga salah satu pelaku  sudah ditangkap namun beberapa pelaku lainnya belum tertangkap.

Disamping itu juga dikatakan bahwa proses hukum terhadap pelaku tersebut harus segera diungkap agar dapat diketahui motif dari pengeroyokan terhadap para pelukis mural yang sedang memperindah Underpass yang berada di persimpanggan Universitas Lampung (Unila) di Jalan ZA. Pagar alam tersebut.

Walikota juga menegaskan jika polresta dan polda Lampung tidak tanggap maka pihaknya akan melaporkan kasus tersebut ke-Kapolri. Ia juga menegaskan bahwa tidak akan mundur dalam menghadapi  dan proses hukum pengeroyokan tersebut harus belanjut, serta pengerjaan juga tetap berlanjut.

“Saya tidak akan mundur, harus berlanjut persoalan pengeroyokan ini jika kapolsek tidak mau melanjutkan coba aja, ini urusannya sampai ke nasional dan juga saya sudah lapor ke Polres, trus ke Polda jika Kapolda tidak ada tanggapan lapor ke Polri, karena negara ini urusannya,” ujarnya.

Sebab Underpass tersebut bukan miliknya pribadi namun milik rakyat Bandar Lampung, dan jangan  sampai  menyulut kemarahan masyarakat lainnya yang pro terhadap pengerjaan tersebut. Wali kota suga sangat menyayangkan atas kejadian penyerangan terhap Para pelukis yang sudah ikut berpartisipasi dalam membangun kota Bandar Lampung dengan menuangkan karyanya. 

“Underpass ini punya rakyat bukan punya saya, dan itu juga hasil karya para pelukis Bandar Lampung kok diserang, ini enggak benar, kalau warga Bandar Lampung marah kan gawat, dan persoalan ini harus diselesaikan lewat hukum,” Tegas walikota itu.

Lebih lanjut Herman HN mengatakan, sebagaimana keinginan dari para pelaku seni lukis mural, meminta jaminan dan pengawalan pengamanan untuk melanjutkan pengerjaan melukis underpass tersebut dengan nuansa alam bawah laut.

Pasca kejadian pengoroyakan yang terjadi pada Minggu dinihari (15/09/2019) tersebut salah seorang pelukis mural sempat mendapatkan perawatan rumah sakit Bhayangkara Bandar Lampung dan pengerjaan terhenti.

Namun setelah mendapatkan jaminan dan dikawal kurang lebih 90 anggota personil polisi pamong praja kota Bandar Lampung hari ini selasa 17 Septemberer  sudah kembali bekerja.

Tidak hanya itu, sejumlah anggota personil polsek kedatun dan  10 personil anggota TNI juga disiagakan guna  memberikan kemanan kepada para pelukis mural provinsi Lampung tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00