• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Kemarau Di Kaltim Berlangsung Hingga Oktober 2019

17 September
11:26 2019
0 Votes (0)

KBRN, Samarinda : Puncak musim kemarau di Kalimantan Timur masih akan terjadi hingga pertengahan Oktober 2019, sementara pada bulan September puncak kemarau akan terjadi di sekitar Kabupaten Kutai Barat Bagian Tengah dan Berau serta Kutai Timur bagian tengah.

“ Puncak Musim Kemarau di Kaltim masih sampe pertengahan Oktober bu paling lambat di kota Balikpapan dan Paser bagian utara , untuk bulan September ialah disekitar Kabupaten Kutai Barat Bagian Tengah dan Berau serta Kutai Timur bagian tengah nah itu puncak-puncaknya bu,” Kata Kepala BMKG Balikpapan wilayah Kaltim Ibnu Sulistyo saat dihubungi RRI via Telepon. Selasa (17/9/2019)

Saat ini titik hotspot kian bertambah di Kaltim yang sejak pagi tadi telah terpantau 209 titik , Ibnu minta warga untuk lebih berhati-hati terhadap Karhutla dan udara yang kotor akibat paparan kabut asap ini 

“ warga tetep kami himbua ya hati-hati karhutla masih terjadi dan kabut masih cukup pekat kesehatan dijaga,” Tandas Ibnu

Sementara itu Nur Hasanah dari Dinas kesehatan Kota Samarinda mengatakan pada musim kemarau ini sebaiknya warga dapat terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS agar terhindar dari berbagai penyakit. Nur juga mengingatkan warga perbanyak mamakn buah dan sayur serta bagi yang biasa minum putih dua liter hari sehari dapat ditingkatkan agar tidak kekurangan cairan .

“kalau masyarakat menjalanakan PHBS insya Allah akan terhindar dari penyakit ispa ya , jadi minum air putih diperbanyak dan jangan lupa konsumsi buah serta sayuran karena juga bisa sebagai antioksidan menangkal radikal bebas,” Ungkap Nur

Lebih lanjut nur menjelaskan Pada musim kemarauada saja sebagian masyarakat berpikir untuk mengurangi mengkonsumsi air karena minimnya persediaan air pada musim kemarau. Adapun yang juga jarang mencuci tangan mereka dengan alasan kegiatan ini menghabiskan banyak air. Padahal dengan tidak melakukan kebiasaan mencuci tangan, warga justru akan lebih mudah terjangkit virus yang menyerang saluran pernafasan dan pencernaan. Oleh karena itu Disaranakan kepada semua pihak untuk tetap menjaga kesahatan tubuh mereka termasuk dengan cara mencuci tangan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00