• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Perokok di Bone Bolango Terancam Dikeluarkan Dari Kepesertaan PBI BPJS

17 September
11:10 2019
0 Votes (0)

KBRN, Gorontalo : Pemerintah Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) bertindak tegas terhadap Pemberian Bantuan Iuran (PBI) BPJS. Masyarakat yang masih hobi merokok terancam dikeluarkan dari kepesertaan PBI BPJS.

“Bagi para perokok, itu saya tidak akan masukan di PBI jaminan sosial BPJS Kesehatan. Syaratnya harus berhenti merokok. Jika tidak mau berhenti merokok, kita akan keluarkan dari kepesertaan PBI dan kita dorong menjadi peserta mandiri BPJS Kesehatan,”tegas Buapti Bone Bolango Hamim Pou, saat dikonfirmasi RRI, Selasa(17/9/2019)

Bupati Bone Bolango (Bonebol) Hamim Pou mengatakan pada tahun anggaran 2020 mendatang pemerintah daerah akan menganggarkan sebesar Rp. 20 Miliar dalam APBD untuk menanggung iuran jaminan sosial BPJS Kesehatan bagi warganya. Hal ini imbas dari naiknya iuran BPJS Kesehatan yang tadinya untuk kelas III sebesar Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.

Untuk itu, Hamim memerintahkan dan meminta kepada seluruh Kepala Desa di wilayahnya untuk mendata dan mencatat kembali mana warga yang tidak layak lagi menerima PBI BPJS Kesehatan, terutama para perokok di desanya masing-masing. 

Namun demikian, kata Hamim Pou, ada aturan tambahan yang akan dikeluarkan bagi warga Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan sosial BPJS Kesehatan yang dicover oleh Pemkab Bone Bolango melalui Jaminan Kesehatan Pro Rakyat (Jamkespra).

“Bagi para perokok, itu saya tidak akan masukan di PBI jaminan sosial BPJS Kesehatan. Syaratnya harus berhenti merokok. Jika tidak mau berhenti merokok, kita akan keluarkan dari kepesertaan PBI dan kita dorong menjadi peserta mandiri BPJS Kesehatan,” ujar Hamim, saat diwawancarai awak media, Minggu (15/9/2019).

Untuk itu, Hamim memerintahkan dan meminta kepada seluruh kepala desa (Kades) di wilayahnya untuk mendata dan mencatat kembali mana warga yang tidak layak lagi menerima PBI BPJS Kesehatan, terutama para perokok di desanya masing-masing. 

"Kita akan seleksi kembali dan kemungkinan besar individu-individu perokok tersebut kita akan dikeluarkan dari kepesertaan PBI BPJS Kesehatan yang dicover Pemkab Bone Bolango. Bayangkan kalau dia beli rokok satu hari satu bungkus Rp 20.000 dikali 30 hari, maka totalnya Rp 600.000 hanya untuk biaya rokok. Itu artinya dia tidak layak menerima PBI jaminan sosial BPJS Kesehatan. Ini salah satu cara kita untuk bertindak tegas kepada masyarakat untuk menjauhi rokok"tambahnya

Bupati menambahkan, hal ini juga sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman bahaya rokok.

”Ini salah satu cara untuk mencegah supaya tidak makin banyak pasien-pasien di rumah sakit,” pungkasnya

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00