• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Lima Pelaku Karhutla Diringkus Jajaran Polres Solok Kota

16 September
21:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Solok : Lima orang pelaku pembakar hutan dan lahan (Karhutla) berhasil diringkus jajaran Polres Solok Kota.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, dalam konferensi pers, Senin (16/9/2019), menyebutkan, kelima pelaku mengaku orang suruhan dan mendapatkan upah, untuk membakar lahan seluas 2 hektar lebih, yang diperuntukkan untuk membuka lahan perkebunan.

“Satu orang pelaku Lukmi (65), yang diketahui warga Bekasi juga ikut diamankan sebagai orang yang menyuruh empat pelaku lainnya, untuk membakar lahan di Jorong Balai Batingkah Nagari Saniang Bakar Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok,” terangnya.

Menurut Dony Setiawan, penangkapan para pelaku berawal dari Laporan Polisi Nomor : LP/246/IX/2019/Polres Solok Kota tanggal 14 September 2019 tentang dugaan tindak pidana melakukan kegiatan yang mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam, merambah hutan, membakar, menebang pohon dalam kawasan hutan secara tidak sah.

“Para pelaku bernama Kodir (43), Yandi (22) yang merupakan warga Kabupaten Dharmasraya. Selanjutnya Dedek (47) warga Tanjung Harapan Kota Solok, dan Afmomen (25) warga Danau Kembar Kabupaten Solok,” sebutnya.

Dony Setiawan menambahkan, ke empat pelaku ini mengaku disuruh oleh pelaku Lukmi yang merupakan warga Bekasi sebagai pemilik lahan, untuk melakukan pembakaran lahan dengan menggunakan korek api secara bergantian, dengan tujuan membuka lahan untuk pertanian.

“Namun pembakaran yang dilakukan pada Jum’at (13/9/2019) siang oleh ke empat pelaku menjadi tidak terkendali, sehingga meluas dan membakar lahan yang berada di sekitarnya,” ulas Dony Setiawan.

Setelah melakukan pemadaman secara manual sambung Dony Setiawan, pelaku bersama dengan masyarakat berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, dan mendapatkan informasi bahwa lokasi tersebut adalah kawasan hutan konservasi.

“Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, dilakukan penangkapan terhadap kelima tersangka, memasang police line atau garis polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan menyita barang bukti yang digunakan pelaku,” ungkapnya.

Dony Setiawan menjelaskan, barang bukti yang disita dari tangan pelaku, berupa empat unit mesin pemotong rumput berbagai merek, dua unit mesin pompa racun, dua unit mesin diesel listrik, gerobak, dirigen, mancis, serta ± 8 kubik kayu pinus yang sudah diolah.

“Kelima pelaku bakal dijerat dengan Pasal 40 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber daya Alam hayati dan Ekosistemnya dan atau Pasal 78 ayat 2 dan 3 ke Pasal 50 ayat 3 ke huruf b dan d, UU RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan atau Pasal 94, Pasal 82 Ayat 1 huruf c, UU RI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan, dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSADA) Sumatera Barat Erly Sukrismanto, menyebutkan, pembakaran hutan dan lahan oleh lima tersangka ini, melanggar aturan Pasal 40 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber daya Alam hayati dan Ekosistemnya.

“Memasuki kawsan hutan lindung dan konservasi saja itu adalah kesalahan, apalagi melakukan penebangan dan pembakaran hutan, intinya aktivitas mereka sudah melakukan pengrusakan, dalam proses hukumnya nanti pasal-pasal yang dilanggar itu juga akan dimasukkan dalam tuntutan,” ungkapnya.

Dalam konferensi pers ini, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan didampingi Waka Polres Kompol Dony Prayitno, Kasat Reskrim Defrianto, PJU Polres Solok Kota dan dihadiri Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSADA) Sumatera Barat Erly Sukrismanto, dan Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Sumatera Barat Mego Sinatung. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00