• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Anggap Rugikan Konsumen Muslim, IHW Uji Materi Permendag

16 September
20:35 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Indonesia Halal Watch (IHW) mengajukan uji materi atau judicial review (JR) atas Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 29 Tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan ke Mahkamah Agung (MA).  

Direktur Eksekutif IHW, Ikhsan Abdullah menjelaskan, dirinya melayangkan JR karena pada dasarnya, Permendag tersebut tak sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Salah satu diantaranya adalah UU nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

"Peraturan ini bukan hanya menabrak UU Jaminan Produk Halal, tapi ketentuan ini bahkan terimplikasi merugikan masyarakat konsumen khususnya konsumen muslim. Karena Indonesia ini mayoritas penduduknya muslim," lanjutnya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Senin (16/9/2019).

Dijelaskannya, dari 260 juta penduduk Indonesia, ada sekitar 87 persen yang muslim. Sementara Islam sendiri hanya membolehkan semua umatnya untuk mengkonsumsi daging binatang yang disembelih dengan menyebut nama Allah.

"Kalau tidak, maka masuk kategori konsumsi bangkai," tandasnya.

Dia kemudian menilai bahwa aturan baru dalam Permendag Nomor 29 Tahun 2019 tersebut telah menghilangkan aturan terkait halal dalam Permendag Nomor 59 Tahun 2016. 

"Dihilangkan kewajiban halalnya menjadi rekomendasi. Kalau menjadi rekomendasi, bisa iya bisa tidak. Karena di luar negeri itu ga ada ketentuan yang namanya rekomendasi," ujarnya.

Lebih lanjut ditegaskan, Permendag yang baru itu juga tidak sejalan dengan aturan setingkat, yakni Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 34 Tahun 2016 sebagaimana diubah terakhir kali dengan Permentan Nomor 23 Tahun 2018, yang mensyaratkan pemenuhan halal untuk penerbitan rekomendasinya.

"Dengan demikian, ketentuan ini ga layak diundangkan. Karena ga layak diundangkan ya harus dicabut. Kalau tidak ya direvisi, dikembalikan lagi pasal 16 itu menjadi ketentuan di Permendag nomor 59 tahun 2016," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00