• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

UMB Targetkan 2 Persen Lulusannya Jadi Wirausahawan Setiap Tahunnya

16 September
18:19 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Universitas Mercu Buana (UMB) menargetkan sekitar 140 orang atau 2 persen dari lulusannya menjadi wirausahawan (entrepreneur) setiap tahunnya. 

Target tersebut disampaikan Rektor Universitas Mercu Buana, Prof Dr Ngadino Surip, MS kepada wartawan di sela-sela kegiatan "Meet Up Startup Mahasiswa Indonesia" di Kampus UMB Meruya, Jakarta Barat, Senin (16/9/2019) siang. 

"Berdirinya Universitas Mercu Buana ini diprakarsai oleh almarhum pak Probosutedjo, yang merupakan salah seorang pungusaha besar di negeri ini. Jadi, beliau menginginkan lulusan Universitas Mercu Buana tidak hanya menjadi sarjana, melainkan sarjana-pengusaha," ujarnya. 

Oleh sebab itu, lanjut Rektor, UMB tidak hanya mendesain kurikulum mata kuliah Kewirausahaan, tetapi juga aktifitas dalam rangka proses pembelajarannya harus ada mengaitkan hal-hal yang sifatnya meningkatkan skill dari mahasiswa. 

Menurut Ngadino, iklim kewirausahaan di UMB tumbuh dan berkembang cepat. Saat ini saja ada 17 startup dari mahasiswa UMB yang berhasil bekerja sama secara positif dengan kalangan industri, antara lain dengan Bank BNI dan Bank BRI. 

"Ke-17 startup mahasiswa UMB ini sudah mampu menghasilkan produk-produk kreatif berupa aplikasi yang sudah digunakan perusahaan tersebut secara komersial," imbuhnya. 

Ke depan, Rektor UMB berharap program-program Kemenristekdikti semacam ini mampu mengakselerasi startup dari kalangan mahasiswa untuk bisa menjadi andalan dalam menumbuhkembangkan wirausahawan yang kreatif dan dinamis bangsa di masa mendatang. 

Sementara itu, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenmristekdikti, Prof Ismunandar, mengatakan, saat ini masyarakat hidup di era disrupsi dari revolusi industri 4.0. Dalam era ini diakui banyak pekerjaan rutin yang hilang karena digantikan oleh mesin atau robot.

”Kemajuan teknologi tidak bisa dilawan tapi dijadikan kawan. Manusia harus lebih kreatif bukan lagi mengandalkan otot,” paparnya.

Agar tidak hilang digerus kemajuan teknologi, maka sumber daya manusia (SDM) Indonesia perlu bekerja dengan mengandalkan skill dan kreativitas. Menurutnya, Indonesia punya potensi untu itu asalkan SDM-nya mampu kreatif dan inovatif.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00