• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Versi AirVisual, Kualitas Udara Kota Pontianak Tidak Sehat

16 September
15:50 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Berdasarkan data dari AirVisual, Senin, 16 September 2019 siang, pukul 13.00 WIB, Air Quality Index (AQI) Kota Pontianak berada di level 159 alias masuk kategori tidak sehat akibat asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masif terjadi dalam dua bulan terakhir. Namun begitu, tingkat polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Pengukuran AirVisual terhadap kualitas udara dilakukan menggunakan parameter PM (particulate matter) 2,5 alias pengukuran debu berukuran 2,5 mikron berstandar US AQI. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan, ambang batas sehat konsentrasi PM 2,5 di sebuah kota tak dapat lebih dari 25 mikrogram per meter kubik dalam 24 jam.

Air Quality Index (AQI) merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

BACA JUGA: Giliran Kota Pontianak Diselimuti Asap Pekat Karhutla

Berdasarkan data AirVisual, kandungan PM 2,5 di Pontianak berada di angka 71 µg/m³. Kondisi cuasa 26 derajat berawan, tingkat kelembaban 86%, kecepatan angin 26.2 km/jam, dan bertekanan 1006 mb.

Untuk diketahui, AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00