• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Utang Pemerintah Rp4.604 Triliun, Dinilai Sudah Mengkhawatirkan

16 September
15:09 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemerintah diharapkan mempertimbangkan tidak melakukan penambahan utang negara yang tercatat per Juli 2019 sudah mencapai Rp4.604 triliun atau sekitar 29,5 persen dari PDB. 

Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono menyebut dalam satu dekade terakhir stok utang mengkhawatirkan terus meningkat dari Rp1.586 triliun pada Juli 2009 menjadi Rp4.604 triliun pada Juli 2019 yang meningkat tiga kali lipat. 

Jusuf Wibisono mengungkapkan pengelolaan APBN secara umum menunjukan politik anggaran yang sangat permisif terhadap utang. 

Dengan APBN yang terus dibebani beban utang maka Pemerintah dinilai perlu melakukan reformasi anggaran publik untuk mewujudkan keberpihakan APBN kepada rakyat. 

"Ini menurut kami adalah suatu indikasi yang mengkhawatirkan bahwa dalam 6 tahun terakhir ini stok utang Pemerintah menunjukan pertambahan semakin cepat dibandingkan pola sebelum 2013, setelah 2013 polanya terus naik stok utang Pemerintah," ungkap Yusuf Wibisono saat Diskusi Hasil Riset IDEAS di Jakarta, pada Senin (16/9/2019). 

Yusuf Wibisono menjelaskan melonjaknya stok utang dalam lima tahun terakhir karena rendahnya kinerja Pemerintah dalam penerimaan perpajakan. Dengan tax rasio yang rendah hanya dikisaran 10 persen dari PDB mengindikasikan besarnya potensi pajak yang hilang sekitar 3 hingga 5 persen dari PDB per tahun. 
"Dalam 6 tahun terakhir, tax rasio kita semakin menurun, out put 2019 dan 2020 diprediksi naik tapi masih asumsi, mudah mudahan penerimaan pajak tercapai, kalau tidak tercapai tax rasio kita tidak jauh 10 persen saja," kata Yusuf Wibisono. 

Yusuf Wibisono menambahkan, besarnya belanja terikat yang berada di kisaran 11 persen dari PDB mengindikasikan tidak efesien sektor publik yang masif. Seluruh penerimaan pajak setiap tahunnya habis banya untuk membiayai belanja pegawai, belanja barang, bunga hutan dan transfer ke daerah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00