• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Kebakaran TPA Antang Rutin Setiap Tahun, Kali Ini yang Terbesar

16 September
14:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komandan Regu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Hidayatullah mengatakan, hingga saat ini penyebab kebakaran selama 15 jam di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum diketahui. 

Namun Hidayatullah menyebut peristiwa kebakaran di TPA Antang memang sudah langganan terjadi setiap tahunnya. Akan tetapi, kebakaran kemarin, diakui sebagai yang terbesar. Indikator yang mendasari ucapannya adalah, sudah menghabiskan lebih dari 10 tangki air tadi malam sampai sekitar pukul 01.30 dini hari waktu setempat, api masih tetap berkobar, bahkan cenderung membesar akibat angin yang cukup kuat.

Secara terpisah, Bhabinkamtibmas Polsek Manggala, Aipda Muslimin mengutarakan, titik api masih ada di gundukan sampah. Sehingga pemadaman sejak semalam sampai dini hari tadi terus dilakukan agar kobaran api jangan sampai menjalar ke permukiman warga yang berada tepat di pinggiran TPA Antang.

Namun berkat kesigapan petugas baik dari kepolisian, Damkar, dibantu warga dan relawan, perlahan api bisa diantisipasi, terutama sisi utara TPA sampai Selatan TPA Antang yang kebetulan berada menghadap kawasan permukiman penduduk. Sedangkan penyelidikan apakah kebakaran disebabkan cuaca terik atau disengaja, masih dalam penanganan Polsek Manggala, Kota Makassar, Sulsel.

BACA JUGA: TPA Antang 15 Jam Terbakar, Ternak Hangus, Makassar Berasap

Seperti dilansir kompas, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Hasanuddin mengatakan, pihaknya berhasil memadamkan api setelah menurunkan 15 armada mobil Damkar. Api dipadamkan setelah hanya beberapa meter dari permukiman. 

"Kondisi kini terlihat sudah tidak ada titik api. Hanya asap putih proses pembakaran yang sudah terdampak proses pendinginan," kata Hasanuddin, Senin (16/9/2019) siang. 

Sementara itu, Lurah Tamangapa Abdul Rasyid menyebut, kebakaran yang melanda TPA Antang ini membuat asap terus mengepul hingga mengganggu aktivitas warga.  Pemerintah setempat beserta aparat kepolisian dan TNI sudah membagikan masker kepada warga.

Keadaan terkini, hampir beberapa kelurahan di Kecamatan Manggala, Makassar, diselimuti asap sisa terbakarnya sampah.

"Ada empat blok yang terbakar. Warga sempat mengumpulkan barang-barang berharganya karena takut api menyebar ke permukiman," kata Rasyid. 

Kabakaran TPA Antang, Kota Makassar

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, api berkobar melahap sampah menggunung sejak Minggu, 15 September 2019 menjelang sore, hingga Senin, 16 September 2019 dini hari. Akibat kebakaran sampah di TPA Antang yang tersebut sebagian daerah di Makassar dan Kabupaten Gowa berselimut asap tebal pada pagi hari. Sementara petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan pendinginan di lokasi kebakaran.

Kebakaran juga kabarnya menelan korban hewan ternak, tiga ekor sapi terpanggang hidup-hidup. Namun hingga api sudah dijinakkan tadi pagi, kawanan ternak sapi masih nampak mondar-mandir menerobos kabut asap di TPA Antang. Hewan-hewan tersebut memang sengaja dilepas pemiliknya untuk mencari makan di tempat sampah.

BACA JUGA: TPA Antang Terbakar Makassar Berasap, Kualitas Udara Normal

Namun Komandan Regu Dinas Damkar Kota Makassar, Hidayatullah mengatakan, banyak hewan ternak sapi yang diselamatkan dengan dibantu Animal Rescue didukung alar berat. 

"Di sini memang tempatnya sapi-sapi cari makan, kebetulan sempat ada sapi terperosok ke parit dekat api, susah keluarnya. Jadi tadi ada dari anggota animal rescue bersama kami, dibantu warga dan eskavator, sambil disiram air, akhirnya bisa kami evakuasi," ujar Hidayatullah.

Kebakaran TPA Antang juga mengakibatkan para siswa terganggu saat berangkat sekolah. Murid-murid SD nampak berjalan kaki mengenakan masker medis guna menghindari asap yang sudah menebar aroma tidak sedap itu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00