• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Versi AirVisual, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

16 September
01:35 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menempati peringkat ketiga dalam Indonesia AQI Ranking versi AirVisual, sedikit lebih baik dibandingkan Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), yang menempati urutan pertama, alias masuk kategori berbahaya.

Berdasarkan data dari AirVisual, Senin, 16 September 2019 dini hari, pukul 01.28 WIB, Air Quality Index (AQI) Pekanbaru berada di 259 alias masuk kategori sangat tidak sehat atau buruk sekali akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sangat masif dalam dua bulan terakhir ini. Namun begitu, tingkat polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Pengukuran AirVisual terhadap kualitas udara dilakukan menggunakan parameter PM (particulate matter) 2,5 alias pengukuran debu berukuran 2,5 mikron berstandar US AQI. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan, ambang batas sehat konsentrasi PM 2,5 di sebuah kota tak dapat lebih dari 25 mikrogram per meter kubik dalam 24 jam.

Air Quality Index (AQI) merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Berdasarkan data AirVisual, kandungan PM 2,5 di Pekanbaru berada di angka 208.8 µg/m³. 
Kondisi cuasa 23 derajat berawan, tingkat kelembaban 73%, kecepatan angin 3.3 km/jam, dan bertekanan 1010 mb.

Untuk diketahui, AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

Walau masih lebih baik dibandingkan Palangka Raya, namun kabut asap mulai membuat anak-anak di Pekanbaru, Riau terserang sesak nafas. Tim Medis Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung turun tangan memberikan bantuan oksigen kepada seorang anak yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap dampak Karhutla di posko kesehatan Kodim 0301 Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019). 

Akibat kondisi udara yang terpapar kabut asap, menyebabkan warga menderita keluhan di bagian pernapasan serta iritasi pada bagian mata. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00