• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Kondisi Terkini Palangka Raya dan Pekanbaru Semakin Memprihatinkan

15 September
17:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Keadaan Kota Palangka Raya hingga sore ini masih diselimuti asap yang ternyata semakin tebal jika dibandingkan tadi pagi, Warga sampai menggunakan masker saat berada di obyek wisata bantaran Sungai Kahayan, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (15/9/2019). 

Kota Palangka Raya kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, aroma asap juga semakin menyengat dan menggangu aktivitas warga. 

Keadaan di bantaran Sungai Kahayan tak jauh berbeda dengan di atas Jembatan Kahayan. Para pengendara baik mobil atau sepeda motor nampak menjaga jarak perjalanan kendaraan masing-masing akibat jarak pandang yang sangat buruk.

Aktivitas Sekolah Kota Palangka Raya Diliburkan

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, kabut asap yang semakin tebal di Palangka Raya, berdampak buruk bagi sektor Pendidikan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya sama-sama sudah mengeluarkan surat edaran meliburkan sekolah.

Adapun isi surat edaran yang ditanda tangani Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Kalteng atas nama Gubernur tersebut menginstruksikan seluruh SMA/SMK/SLB sederajat di kota Sampit dan Palangka Raya, dan beberapa wilayah Kabupaten yang terpapar kabut asap, agar diliburkan dari 16 s/d 21 September 2019. 

BACA JUGA: Kabut Asap Kian Tebal Di Palangkaraya, Jarak Pandang Radius 300 meter, Sekolah Pun Diliburkan

Selama libur sekolah, peserta didik diberikan tugas pekerjaan rumah dalam bentuk penguatan karakter dan peningkatan literasi.

Saat dikonfirmasi RRI, Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Slamet Winaryo membenarkan adanya instruksi meliburkan sekolah. Hal ini menurutnya bertujuan mencegah peserta didik terpapar kabut asap dan munculnya penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA).

“Kami sudah mendapat instruksi dari Gubernur Kalteng, untuk meliburkan sekolah, sifatnya fluktuatif, sambil melihat kondisi cuaca dan kualitas udara normal kembali,” kata Slamet kepada RRI, Minggu (15/9/19).

Ia menambahkan, kendati peserta didik diliburkan sementara waktu, pihak sekolah tetap memberikan penugasan kepada peserta didik, dan tugas tersebut berada dalam pengawasan orang tua. Diharapkan peserta didik tidak ketinggalan materi pelajaran,

Sementara itu di tempat terpisah, menyikapi kabut asap yang kian parah, Plt kepala BPBD Kota Palangkaraya H Suprianto mengatakan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) parah yang terjadi saat ini, murni ulah manusia, sebab rata rata lahan yang terbakar ada pemiliknya dan mirisnya lagi, pemilik seolah membiarkan lahannya terbakar.

BACA JUGA: Asap Karhutla Tak Bisa Ditolerir Lagi, Rakyat Mulai Protes

“Membuka lahan dengan alat berat memerlukan biaya besar, sehingga masyarakat pemilik lahan justru senang kalau lahan mereka dibakar dengan sengaja, maupun terbakar dengan sendirinya akibat panas,” kata Supri.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat agar peduli bencana Karhutla yang terjadi, dengan cara pro aktif memadamkan titik api di sekitarnya, atau minimal stop melakukan aktivitas membakar lahan dan pekarangan dengan alasan apapun. Sebab kalau dibiarkan akan meluas, intinya permasalahan Karhutla tidak akan pernah selesai sampai kapanpun, manakala belum munculnya kesadaran dan kepedulian dari masyarakat terutama oknum pembakar lahan.

Keadaan Terkini Kota Perkanbaru

Sementara dari Pekanbaru, Riau, warga beraktivitas mengenakan masker medis ketika kabut asap Karhutla menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019). 

Dinas Kesehatan setempat mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan bila terpaksa, agar selalu mengenakan masker pelindung pernapasan karena kondisi kabut asap yang semakin tebal dan berbahaya.

Untuk pasar tradisional, walaupun aktivitas masih normal, namun semua yang ada di sana mulai dari penjual sampai pembeli sudah mengenakan masker. 

BACA JUGA: Protes Kabut Asap, Monumen Perjuangan Dipasang Masker Medis

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00