• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Sail Nias 2019, Lompat Batu dan Surfing Jadi Pemikat Utama

15 September
16:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kegiatan skala Internasional Sail Nias 2019 ternyata ikut berdampak pada menggeliatnya usaha masyarakat di daerah tersebut salah satunya jasa persewaan papan selancar atau papan surfing.

Penjual jasa persewaan papan selancar, Toris Wau adalah warga Desa Lagundi, Kecamatan Luahagundre Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Dirinya membenarkan usahanya memang mengalami kenaikan pendapatan karena mulai bertambahnya wisatawan terutama mancanegara yang datang ke Nias.

Bukan hanya wisatawan asing saja, tapi ia juga melayani turis lokal yang memang berniat selancar di pantai Lagundi. Dan Sail Nias 2019 memang lumayan mendongkrak kedatangan wisatawan khususnya ke wilayah pantai di sekitar Desa Lagundi hingga pesisir Luahagundre Maniamolo.

Terutama hari libur akhir pekan seperti sekarang, kegiatan persewaan papan surfing miliknya cukup sibuk, khususnya menjelang sore ketika ombak mulai bergulung agak tinggi, Minggu (15/9/2019).

Pada kegiatan Nias Pro Internasional Surfing sebagai rangkaian Sail Nias 2019, jasa sewa papan selancar dan pelatihan selancar untuk wisatawan mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Meski begitu, Toris tetap membuka harga sewa yang sama yakni antara Rp100-200 ribu per hari untuk sewa papan surfing berikut pelatihan singkat.

BACA JUGA: Eksotisme Pulau Tidung, Menepi Sesaat dari Gemerlap Megapolitan

Sehari sebelumnya, sebanyak 100 pelajar dan pemuda menampilkan kepiawaian mereka dalam atraksi lompat batu pada acara puncak Sail Nias 2019 di Pelabuhan Baru Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (14/9/2019). 

Dari aksi para pelajar dan pemuda itu, ternyata mampu menyedot wisatawan menyaksikan atraksi unik lompat batu. Bahkan para turis banyak yang menetap beberapa hari di sana untuk mengikuti beragam prosesi adat berikutnya. Ini membuat penjualan kerajinan tangan maupun cinderamata khas Nias milik penduduk setempat berjalan lebih lancar dari sebelumnya.

Tradisi Lompat Batu atau Fahombo Nias

Tradisi Lompat Batu Nias, atau biasa disebut fahombo batu pada mulanya dilakukan oleh seorang pemuda Nias untuk menunjukkan bahwa dirinya sudah dewasa dan matang secara fisik. Ritual pendewasaan yang menjadi salah satu olahraga di Nias ini dianggap turis mancanegara sebagai obyek wisata tradisional unik yang teraneh di seluruh dunia. Mengapa demikian? Karena pemuda Nias harus melompati susunan bangunan batu setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 cm hanya untuk mendapat pengakuan sudah dewasa.

Dalam olahraga di era modern saat ini, tradisi fahombo Nias atau Lompat Batu mirip sekali dengan cabang olahraga (cabore) Lompat Gawang dan Lompat Jauh di atletik.

Pada masa lampau, pemuda Nias akan mencoba untuk melompati batu setinggi lebih dari 2 meter, dan jika mereka berhasil mereka akan menjadi lelaki dewasa dan dapat bergabung sebagai prajurit untuk berperang dan menikah. Sejak usia 10 tahun, anak lelaki di Pulau Nias akan bersiap untuk melakukan giliran "fahombo" mereka. 

Sebagai ritual, fahombo dianggap sangat serius dalam adat Nias. Anak lelaki akan melompati batu tersebut untuk mendapat status kedewasaan dengan mengenakan busana pejuang Nias, menandakan bahwa mereka telah siap bertempur dan memikul tanggung jawab seorang laki-laki dewasa.

Batu yang harus dilompati dalam fahombo berbentuk seperti sebuah monumen piramida dengan permukaan atas datar. Tingginya tidak kurang dari 2 meter, dengan lebar 90 cm, dan panjang 60 cm. Pelompat tidak hanya harus melompati tumpukan batu tersebut, tetapi ia juga harus memiliki teknik untuk mendarat, karena jika dia mendarat dengan posisi yang salah, dapat menyebabkan cedera otot atau patah tulang. 

Pada masa lampau, di atas papan batu bahkan ditutupi dengan paku dan bambu runcing, yang menunjukkan betapa seriusnya ritual ini di mata Suku Nias. Secara taktis dalam peperangan, tradisi fahombo ini juga berarti melatih prajurit muda untuk tangkas dan gesit dalam melompati dinding pertahanan musuh sambil memegang obor di satu tangan dan pedang di tangan lainnya pada malam hari.

Dana Desa Nias Kembangkan Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Seperti diketahui, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memang mendorong desa-desa di Nias menggunakan dana desa untuk pengembangan desa wisata.  Pasalnya, lima tahun ke depan dana desa bakal naik dari Rp257 triliun menjadi Rp400 triliun, dengan fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan ekonomi.

"Tolong dana desanya digunakan untuk membangun desa-desa wisata. Lima tahun ini banyak desa wisata yang pendapatannya puluhan miliar bahkan bayar pajaknya lebih besar dari dana desa yg diterimanya. Saya yakin, tahun depan Nias sudah dapat di atas satu miliar rupiah," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo  melalui keterangan resmi, Sabtu (14/9/2019).

BACA JUGA: Spot Baru, Menikmati Panorama Malam Kota Solo dari Rooftop

Dengan fokus mengembangkan sektor pariwisata, dana desa sebesar satu miliar yang didapat, menurut Eko sudah cukup membantu BUMDes mengembangkan sektor pariwisata. Terlebih untuk Nias yang diberi anugerah alam yang indah, investasi Rp1 miliar diyakini akan kembali dalam jangka satu sampai dua tahun.

Dalam rangka Sail Nias ini, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi turut serta dalam pameran Wonderful Expo, dengan membawa semua BUMDes sukses dari seluruh Indonesia, dengan harapan dapat menjadi contoh bagi masyarakat Nias dalam pengelolaan BUMDes itu sendiri.

Dirinya lantas berharap, Sail Nias 2019 dapat membuat wilayah Nias nan indah menjadi lebih dikenal lagi hingga penjuru dunia. Terlebih dengan kehadiran para duta besar negara sahabat, Sail Nias 2019 dapat menjadi promosi wisata yang sangat positif sekaligus mendongkrak perekonomian di Nias sampai Sumatera Utara.

"Dengan adanya Sail Nias, harapannya bisa mendongkrak perekonomian di Nias khususnya, Sumatera Utara umumnya," pungkas Eko.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00