• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Protes Kabut Asap, Monumen Perjuangan Dipasang Masker Medis

15 September
14:50 2019

KBRN, Jakarta : Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Riau sudah berada dalam tingkat sangat buruk. Terpantau melalui semakin tebalnya kabut asap Karhutla yang menyelimuti sejumlah daerah hingga Kota Pekanbaru.

Bahkan untuk wilayah Pekanbaru sendiri saja kebakaran lahan gambut masih terus berkobar. Petugas Manggala Agni DAOPS Kota Pekanbaru masih terus berjuang untuk memadamkan bara api kebakaran lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Sabtu (14/9/2019). 

Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau yang menimbulkan kabut asap juga ikut membuat kualitas udara Kota Pekanbaru terus memburuk sekaligus sangat tidak sehat bagi warganya.

BACA JUGA: Asap Karhutla Tak Bisa Ditolerir Lagi, Rakyat Mulai Protes

Selama satu bulan terakhir kabut asap bukan berkurang tapi semakin buruk, warga Pekanbaru tak sanggup berbuat apa-apa selain pasrah menyerahkan semua penanganan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat yang dibantu Pemerintah Pusat. Meski demikian, untuk memberi sinyal bahwa warga sudah tidak nyaman dengan penanganan Karhutla dan asap yang berlarut-larut, ada anggota masyarakat yang coba mengungkapkan perasaan mereka lewat cara cukup unik.

Tidak tahu siapa yang memasang, tiba-tiba dua patung di Monumen Perjuangan Rakyat Riau sudah bermasker medis saat kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (14/9/2019) kemarin. 

Petugas tidak melakukan apa-apa dengan ulah oknum warga tersebut, karena hal unik itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap penanganan karhutla dan kabut asap yang membuat kualitas udara di Riau tercemar hingga kategori berbahaya. 

Namun demikian, entah berkaitan dengan patung bermasker atau tidak, Gubernur Riau Syamsuar sudah mengeluarkan Status Siaga Karhutla hingga 31 Oktober 2019 mendatang. 

"Riau status siaga karhutla sampai 31 Oktober 2019," kata Syamsuar di Pekanbaru, Sabtu (14/9/2019).

BACA JUGA: BNPB Sindir Pembakar Lahan, KLHK Selidiki Lahan Perusahaan Malaysia

Bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) setempat sudah membuka posko kesehatan bagi siapapun anggota masyarakat korban asap dengan seluruh biaya pengobatan warga yang sakit akibat asap Karhutla ditanggung pemerintah daerah dan pusat. Dari Puskesmas sampai Rumah Sakit Umum Daerah di Riau sudah dijadikan posko kesehatan darurat.

Selain itu, sehari sebelum insiden patung bermasker, Pemerintah Provinsi Riau bersinergi dengan Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai melakukan langkah penindakan hukum dengan menyegel lahan perusahaan  Malaysia, PT Adei Plantation and Industry di Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat, 13 September 2019 lalu. 

KLHK menyegel lahan seluas 4,2 hektare milik PT Adei yang diduga kuat sebagai bagian  penyelidikan kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau pada tahun ini. Usai penyegelan, sejumlah petugas Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga langsung mulai melakukan penyelidikan intensif atas kebakaran lahan milik perusahaan Malaysia tersebut.

00:00:00 / 00:00:00