• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Viral, Siswa Sekolah di Aceh Bertaruh Nyawa di atas Jembatan Lapuk

15 September
14:10 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pidie : Sebuah jembatan gantung yang berada di Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh kondisinya memprihatinkan. Sejumlah foto beredar viral di sosial media dan dimuat oleh media lokal di Aceh. Foto itu memperlihatkan kondisi jembatan yang tidak layak untuk dilewati. 

Yang membuat miris, jembatan itu selama ini menjadi akses penghubung antara desa. Bahkan siswa sekolah harus bertaruh nyawa untuk melewati jembatan itu. Di dalam foto itu memperlihatkan sejumlah siswa yang menggenakan seragam sekolah sedang melewati jembatan gantung yang kondisi papanya telah bolong dan lapuk. Meskipun berbahaya, tidak ada pilihan lain bagi siswa dan warga setempat, karena itu akses terdekat. 

Jembatan gantung ini berada di Desa Ketapang Aree, Kecamatan Delima. Jembatan sepanjang 14 meter ini membentang di atas sungai Kreung Baro. Menurut warga setempat jembatan ini sudah memakan korban, siswa sekolah sempat terperosok jatuh ke sungai. Beruntung siswa itu selamat. 

Kepala Desa Ketapang Aree Jawahir di Pidie, Minggu (15/9/2019) menuturkan, kondisi jembatan ini sudah mulai rusak sejak tahun 2015 lalu. Dirinya sudah pernah menyampaikan kondisi jembatan ini kepada Bupati namun belum ada respon dari Pemkab setempat hingga sekarang. 

Kata Jawahir, jembatan ini menghubungkan tiga desa yaitu  Desa Pante Aree, Keutapang Aree, dan Mesjid Aree. Jembatan ini menjadi akses warga untuk menuju jalan aspal yang dilintasi angkutan umum. 

Jawahir menyebutkan, meskipun kondisi jembatan rusak parah, namun tidak ada pilihan lain bagi warga apalagi anak-anak sekolah. Para siswa harus melewati jembatan tersebut karena akses jalan terdekat untuk menuju ke sekolahnya. 

"Saat ini jembatan itu hanya bisa dilalui pejalan kaki, sementara kendaraan roda dua sudah tidak bisa dilalui," ujarnya. 

Jawahir menjelaskan, kondisi jembatan sudah bolong. Ada beberapa bagian lantai jembatan tidak ada lagi lantai. Kayu-kayu yang tersusun secara tidak beraturan itu pun juga sudah lapuk dimakan usia. 

"Jembatan ini pernah diperbaiki oleh warga secara swadaya, namun tidak bertahan lama. Kami berharap pemerintah segera merespon untuk memperbaiki jembatan ini agar tidak ada lagi memakan korban jiwa," harap Jawahir. 

Kata Jawahir, di jembatan gantung ini tidak hanya siswa sekolah yang pernah terperosok, tapi orang dewasa juga pernah jadi korban. Saat itu sebuah sepeda motor melintas dan tiba-tiba terperosok dan jatuh ke sungai. 

"Kondisi jembatan yang sangat rusak dan banyak bolong sempat ditutup oleh warga beberapa waktu lalu. Tetapi karena jembatan lain yang jauh dan terpaut sekitar satu kilometer, membuat warga mengambil resiko kembali menggunakannya," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Fadhillah TM. Daud mengatakan, pihaknya akan segera memperbaiki jembatan gantung tersebut. 

"Sudah kita anggarkan untuk perbaikan dalam APBK P tahun 2019 artinya dalam waktu dekat akan kita perbaiki," kata Fadhullah. 

Dia mengaku, jembatan ini sudah pernah diperbaiki namun tidak bertahan lama. "Saya yakin jembatan gantung tersebut sudah pernah diperbaiki di waktu yang lalu, mungkin sudah agak lama, maka itu kondisi sekarang dalam keadaan rusak parah dan akan kita perbaiki lagi, jembatan gantung ini sangat penting bagi masyarakat kita," ujarnya. 

Wabup Pidie itu juga mengatakan, di Kabupaten Pidie memang banyak membutuhkan jembatan gantung untuk membuka akses transportasi masyarakat agar tidak terisolir. 

"Memang Pidie masih banyak membutuhkan jembatan gantung, disamping yang existing banyak juga yang kondisinya kurang baik. Jembatan gantung dibutuhkan untuk mendekatkan hubungan antar perkampungan dan membuka keterisoliran perkampungan serta membuka akses ke wilayah wilayah pertanian dan perkebunan," tutupnya. (Foto: Ist)

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00