• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Paket Wisata Indonesia Terjual Rp83,6 Miliar di kota Ho Chi Minh

15 September
13:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ho Chi Minh : Penjualan paket wisata ke Indonesia dari kota Ho Chi Minh, Vietnam, baru-baru ini mencapai Rp83,6 miliar.

Perolehan penjualan paket wisata miliaran rupiah tersebut merupakan hasil kerjasama Konsulat Jenderal Ho Chi Minh City  (KJRI HCMC) dengan Kementerian Pariwisata RI, yang mempertemukan 20 pelaku bisnis pariwisata Indonesia dengan 40 mitra bisnis Vietnam dalam forum bisnis pariwisata.

Dalam rilis yang diterima redaksi RRI, Minggu (15/9/2019), disebutkan forum tersebut dilaksanakan, Kamis (12/9/2019), di kota Ho Chi Minh. Tercatat nilai transaksi yang dihasilkan mencapai Rp83,6 milyar dari paket wisata sebanyak 8.536 pax. Nilai ini naik 23% dibandingkan dengan hasil kegiatan yang sama sebelumnya di Ho Chi Minh City pada akhir Maret 2019 sebesar Rp67 Milyar.

Hasil yang sangat positif ini menjadi salah satu dasar pemerintah menaikkan target kunjungan Wisman asal Vietnam menjadi 123 ribu pada tahun 2019 dari jumlah 76 ribu wisman asal Vietnam yang berkunjung pada tahun 2018. Secara keseluruhan, Presiden Jokowi menargetkan dapat menarik 20 juta wisatawan mancanegara sampai dengan akhir tahun 2019.

Optimisme target peningkatkan kunjungan yang hampir mencapai 2 kali lipat tersebut juga didukung oleh fakta pertumbuhan ekonomi Vietnam yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir yang telah meningkatkan jumlah kelas menengah atas di Vietnam yang melakukan wisata ke luar negeri. Pada tahun 2018, jumlah wisatawan Vietnam yang melakukan kunjungan wisata ke luar negeri meningkat pesat menjadi 9,7 juta.

Kemenpar RI juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Dubes RI Hanoi dan Konjen RI HCMC dalam membantu dibukanya direct flight HCMC – Bali pada akhir Mei 2019 yang diyakini telah memberikan dorongan tambahan bagi peningkatan kunjungan wisatawan asal Vietnam. 

"Perolehan itu menunjukkan jalur direct flight ini hampir selalu penuh dan memiliki potensi besar untuk ditingkatkan frekuensi penerbangannya,” ujar Surahmat, pejabat Kemenpar RI yang hadir di HCMC.

Konjen RI HCMC, Hanif Salim menyampaikan bahwa upaya memperkuat konektivitas merupakan salah satu bukti nyata dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha pariwisata di Indonesia.

“Apakah kendala konektivitas Indonesia – Vietnam masih ada?, tentu masih,” ungkap Hanif Salim.

“Sampai saat ini baru ada direct flight HCMC – Jakarta 1 kali sehari, sedangkan HCMC – Bali baru dibuka dan hanya melayani 5 kali seminggu, jadi memang masih sangat kurang,” tambah Hanif Salim.

Diinformasikan juga bahwa seluruh direct flight Indonesia – Vietnam saat ini hanya dilayani oleh maskapai penerbangan Vietnam. Vietjet telah mendapatkan keuntungan besar dari rute HCMC – Bali yang telah terjual 85% sampai dengan akhir Oktober 2019. Vietjet bahkan sedang mengupayakan penambahan slot penerbangan rute ini 2 kali lipat menjadi 14 kali seminggu. Selain itu, Masakapai penerbangan Vietnam lainnya yaitu Vietnam Airlines juga dalam waktu dekat akan menambah rute baru HCMC – Bali.

“Hal ini merupakan PR kita bersama untuk mengupayakan maskapai penerbangan Indonesia juga dapat mengambil peluang untuk melayani rute yang potensial tersebut,” ungkap Hanif Salim.

Sehubungan dengan hal tersebut, KJRI HCMC mendukung penuh keiinginan Sriwijaya Airline maupun Citilink untuk membuka rute Jakarta – HCMC, Bali – HCMC dan Jakarta – Hanoi dalam waktu dekat.

Selain itu, Konjen RI bersama seluruh pihak terkait juga akan terus mengupayakan pembukaan direct flight ke kota-kota yang potensial lainnya, seperti direct flight ke Jogjakarta dan Surabaya.

“Kami telah mengusulkan pembukaan direct flight HCMC – Jogjakarta pada saat kunjungan Gusti Kanjeng Ratu Hemas ke HCMC pada awal September 2018 lalu, dan beliau sangat mendukung ide tersebut dan berharap dapat direalisasikan tahun 2019 ini atau awal tahun 2020," ungkap Hanif Salim.

Sebagai salah satu perwakilan pemerintah Indonesia di Vietnam, Hanif Salim berharap semua peluang serta dukungan pemerintah Indonesia dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku bisnis pariwisata Indonesia untuk secara secara agresif dan menjadi pionir memasuki pasar Vietnam. Pelaku usaha diminta semakin giat menjual paket-paket potensial wisata Indonesia, termasuk yang menjadi prioritas pengembangan pemerintah yaitu destinasi 10 Bali Baru.

“It’s now or never, jangan terlambat,” tegas Hanif Salim.

Sebagai langkah strategis promosi pariwisata di tahun mendatang, Hanif Salim mengharapkan Kemenpar RI dapat memanfaatkan momentum Vietnam memegang Keketuaan ASEAN pada tahun 2020 dengan lebih gencar melakukan sales mission untuk mempromosikan 5 destinasi super prioritas yang saat ini belum dilakukan di Vietnam.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00