• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Asap Karhutla Tak Bisa Ditolerir Lagi, Rakyat Mulai Protes

15 September
13:10 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Berdasarkan pantauan satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN),  per Sabtu, 14 September 2019 kemarin, terdapat 2.720 titik api di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia. Hal ini menjadi jawaban atas kabut asap yang semakin parah menyelimuti beberapa Provinsi dan wilayah sekitarnya di Pulau Sumatera sampai Kalimantan dalam satu bulan terakhir.

Dalam penanganan  Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), semua Satuan Tugas (Satgas) Karhutla menggunakan berbagai cara pemadaman. Salah satunya yang dilakukan Satgas Karhutla dari Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menggunakan alat suntik gambut (Sunbut) saat berupaya memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (14/9/2019). 

Kebakaran lahan di sejumlah wilayah Provinsi Kalsel juga mengakibatkan Kota Banjarmasin terpapar kabut asap dengan aroma yang menyengat dan bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, sejumlah kendaraan roda empat yang melintas di flyover Jalan Ahmad Yani harus berjuang hati-hati menembus kabut asap. Mereka nampak perlahan menjaga jarak antara satu kendaraan dengan lainnya, Minggu (15/9/2019).

BACA JUGA: Kabut Asap Kian Tebal Di Palangkaraya, Jarak Pandang Radius 300 meter, Sekolah Pun Diliburkan

Sedangkan bagi warga yang menggunakan sepeda motor dan sepeda kayuh, selain harus menjaga jarak kendaraan dengan pengguna mobil, juga harus menggunakan masker berlapis guna melindungi pernapasan.

Sementara dari Pulau Sumatera, kabut asap akibat Kebakaran lahan gambut telah mengganggu lalu lintas transportasi air khususnya sungai di Provinsi Jambi. Jarak pandang sangat terbatas dan para pengguna transportasi juga sudah wajib mengenakan masker.

Keadaan tersebut nampak jelas pada para pengemudi kapal cepat yang menyusuri Sungai Batanghari yang diselimuti kabut asap di Simpang, Berbak, Tanjungjabung Timur, Jambi.

Menyikapi penanganan kebakaran lahan yang sangat sulit hingga jadi berlarut-larut, sekelompok warga dari Aliansi Kami Akan Mati, melakukan aksi saat berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau dikenal sebelumnya dengan Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (15/9/2019). 

Wujud kepedulian dari aksi melawan asap tersebut adalah untuk menuntut pemerintah segera menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan yang berdampak buruk bagi manusia dan llingkungan.

BACA JUGA: Panglima TNI Pimpin Rakor Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla di Riau

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00