• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

'Fir'aun, Iblis, dan Ken Arok', Dirut LPP RRI Hangatkan Malam Apresiasi Puisi

14 September
22:52 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : HUT Radio Republik Indonesia (RRI) Ke-74 Untuk Indonesia Lebih Bertoleransi kembali berlangsung dalam Malam Apresiasi Puisi yang berlangsung di Bengkulu, Sabtu (14/9/2019).

Direktur Utama (Dirut) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Mohammad Rohanmudin mempersembahkan puisi karyanya sendiri dan kembali memukau semua hadirin yang hadir di sana.

Sebelum membacakan puisinya, Rohanudin mengutarakan, bahwa Indonesia itu begitu indah. Dipisahkan oleh lautan tapi juga disatukan oleh lautan. Dan Malam Apresiasi Puisi ini tidak jauh dari Tema Hari Radio yakni Untuk Indonesia Lebih Bertoleransi.

"Bangsa ini ada kulit hitam, putih, kuning langsat, tapi tetap Indonesia," ucap Rohanudin kepada hadirin di Bengkulu, Sabtu (14/9/2019).

Dirinya lantas mulai membacakan puisi, dengan judul : 'Fir'aun, Iblis, dan Ken Arok'.

Fir'aun, Iblis dan Ken Arok

Fir'aun Tenggelam 
Fir'aun tenggelam di laut merah ketika sedang di puncak kekuasaaasn
Fir'aun Tenggelam di laut merah ketika sedang di puncak kekuasaaasn

Kekuasaan sama dengan bencana 
Jika kekuasaan itu Firaun 
Jika kekuasaan itu syahwat 
Jika kekuasaan itu diusung dengan keranda 
Jika kekuasaan itu bermuka belang 
Jika kekuasaan itu minum arak

Kata bijak mengatakan, menjadi abdi raja seperti berjalan dengan harimau
Kapan saja ia siap diterkam
Kapan saja ia siap diterkam
Harimau seram dan bengis 
Harimau seram dan bengis
Ia buas untuk siapapun 
Ia buas untuk siapapun mereka
Lebih ganas dari Ken Arok
Lebih ganas dari Ken Arok
Lebih ganas dari Ken Arok

Maka pilihlah pemimpin adalah raja yang berhati nurani
Karena nurani suatu titik yang menjadi mata air moralitas manusia
Jika moralitas tumbuh dari syahwat yang busuk
Jika moralitas berjiwa kapitalis
Jika moralitas lebih membusungkan perut
Maka moralitas sama saja dengan iblis

Iblis adalah makhluk paling lama sujud kepada Allah
Lebih patuh daripada malaikat
Tapi mengapa Allah murka memasukkan Iblis kepada muntahan api neraka yang menjilat-jilat
Menjilat-jilat
Menjilat-jilat
Karena Iblis merasa lebih mulia dari makhluk Allah

Apakah kita rasa menjadi pemimpin
Apakah kita rasa menjadi pemimpin
Apakah kita rasa menjadi pemimpin

Lalu moralitas mana yang menjadi baju dan selendang kita
Bagaimana pula jika terjadi pertempuran antara Fir'aun dan Ken Arok
Mungkin Iblis tidak berani datang ikut bertarung
Atau dia sembunyi di punggung Fir'aun
Sambil tertawa terkekeh-kekeh menyemburkan bau busuk
menyemburkan bau busuk 
Lebih busuk dari bau bangkai manusia

Firman Allah, Keagungan adalah pakaianKu
Keagungan adalah pakaianKu
Kesombongan adalah selendangKu 
Barang siapa yang mencabutnya dariKu
Salah satu dari keduanya, maka Aku akan mengazabnya
Maka berhati-hatilah 
Rumput ditanam tidak akan jadi padi
Rumput ditanam tidak akan jadi padi
Dia tumbuh menjadi dirinya sendiri
Dia berakar menyebar dan bersemi di tempat lain namanya tetap rumput
Begitupun nurani, jiwa, dan karakter diri kita sendiri

Jangan berubah !!
Hanya orang-orang yang bodoh yang tidak tahu mana yang pahit, mana yang gelap, mana yang terang, dan mana yang temaram

Puisi yang dihaturkan Rohanudin, memberikan pencerahan bagaimana seorang manusia harus bersikap dan berperilaku terhadap sesamanya, bangsa dan negara. Moralitas, Takut akan Tuhan, menjadi panduan utama sebagai seorang manusia Indonesia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00