• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Eksotisme Pulau Tidung, Menepi Sesaat dari Gemerlap Megapolitan

14 September
17:24 2019
2 Votes (1)

KBRN, Jakarta : Kawasan Kepuauan Seribu merupakan potensi ekonomi Provinsi DKI Jakarta dan Indonesia dari sektor pariwisata. Panorama dan suasana yang cukup asri sangat memungkinkan untuk dikelola lebih baik lagi agar menjelma sebagai destinasi wisata besar megapolitan. Ditambah lagi kabar bahwa sebuah radio nasional akan hadir di sana, pastinya bakal menambah daya gedor Kepulauan Seribu untuk naik kasta jadi pusat perhatian wisata maupun budaya.

Kalau begitu, mari tengok Pulau Tidung, salah satu potensi wisata wilayah Kepulauan Seribu, yang kerap dikunjungi masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk menikmati wisata air.

Pulau Tidung adalah salah satu Kelurahan di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Pulau seluas 1,07 kilometer persegi itu, menurut data 2017, dihuni sebanyak 4.977 jiwa, atau mengalami kenaikan 829 orang dari jumlah 4.148 jiwa pada 2010 silam.

Dari 4.977 jiwa pada 2017, Pulau Tidung terbagi dalam 28 Rukun Tetangga (RT), 4 (empat) Rukun Warga (RW), dengan 1.271 Kepala Keluarga (KK).

Ciri khas yang terdapat di Pulau Tidung adalah jembatan berukuran 700 meter sebagai penghubung antara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil yang diberi nama Jembatan Cinta. Dan untuk dapat sampai di pulau ini, harus menempuh perjalanan selama 30 menit jalan kaki. Menarik bukan?

Wisata Pulau Tidung memang menjadi destinasi wisata pilihan di akhir pekan ataupun saat musim liburan. Disini para wisatawan maupun pelancong bisa menikmati pemandangan berupa pantai biru dengan pasir putih yang sangat indah, yang pastinya sangat memanjakan mata dan membuat pikiran menjadi fresh.

Ratna, seorang Ibu muda pengunjung Pulau Tidung mengutarakan, selain cukup ekonomis, kawasan wisata air di sana memang sangat memanjakan mata dan hati bagi siapapun yang mengunjunginya.

"Ekonomisnya itu, kalau menggunakan travel wisata, lebih kurang habis Rp600 ribu per orang. Itu murah, karena sudah termasuk penginapan, transportasi, dan menikmati semua wahana permainan dari banana boat dan lain sebagainya. Ada paket-paketnya dari travel, tinggal diikuti saja," tutur Ratna kepada RRI, Sabtu (14/9/2019).

Ratna memboyong seluruh keluarga dari Suami sampai anak-anak dan sanak keluarga untuk mengunjungi Pulau Tidung. Bahkan kedua anaknya sangat gemar snorkling agar bisa sambil menyelam menikmati hilir mudiknya ikan-ikan beragam warna serta terumbu karang asri. Dirinya bahkan tak kuasa menolak jika anak-anak sudah merengek untuk ke Pulau Tidung. Alhasil, memang harus merogoh kocek, namun tidaklah terlalu dalam.

BACA JUGA: Pengging, Warisan Kerajaan Pajang Kini Jadi Pusat Ekonomi Rakyat

Jika menggunakan jasa travel masih dirasa kurang ekonomis, ada satu cara lagi yang bisa dilakukan, yakni backpacker, alias ngengkol atau ngeteng ke Pulau Tidung.

"Orang Jakarta bilang ngengkol atau ngeteng, maksudnya jalan sendiri pakai mobil umum. Istilah kerennya ya backpacker," ucap Ratna.

Dengan cara backpacker, seperti yang pernah dicoba Ratna bersama rekan-rekannya sesama Ibu muda sebelumnya, satu orang hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp300-350 ribu. Itu pun menurutnya sudah termasuk naik perahu motor dari Muara Karang ke arah Pulau Tidung, penginapan, serta menikmati beberapa wahana permainan air.

Untuk snorkling, Ratna juga mengatakan pihak travel sudah mempersiapkan instruktur untuk mendampingi dari awal sampai selesai. Para instruktur itu nantinya akan memberikan informasi seputar biota laut yang bakal di temui dan tentunya mengingatkan kepada setiap orang yang menyelam utnuk tidak merusak keasrian terumbu karang.

"Yah, makanya saya santai saja anak-anak biarin nyelem snorkling, ada instrukturnya. Saya dan suami mejeng aja di pinggir laut. Pokoknya semua menikmati suasana sampai nanti sunset (matahari terbenam)," kata Ratna.

Suasana sunset dan Jembatan Cinta di Pulau Tidung memang menyimpan eksotisme tersendiri. Menyusuri jembatan cinta sambil bergandengan mesra dengan suami maupun pasangan, kemudian mencari tempat di pinggir laut atau agak ke pojok sedikit utnuk duduk berdua sambil menunggu sunset, wah...itu sesuatu banget menurut Ratna.

"Setelah selesai, sunset turun, kembali ke penginapan. Pokoknya sesuatu banget deh Pulau Tidung ini. Jauh dari gemerlap kota," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00