• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

HM Sampoerna: Kenaikan Cukai Rokok Ganggu Ekosistem IHT Nasional

14 September
16:07 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mengaku belum mendapatkan rincian aturan kebijakan, menyusul pengumuman kenaikan tarif cukai yang diumumkan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI, dalam hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang disampaikan usai Rapat Terbatas (Ratas) Jumat Sore, 13 September 2019 di Istana Merdeka, Jakarta. 

“Kami menilai kenaikan (cukai) ini mengejutkan dan akan mengganggu ekosistem industri hasil tembakau (IHT) nasional,” tegas Direktur Sampoerna Troy Modlin dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Sabtu (14/9/2019). 

Berkaitan dengan itu, Sampoerna lantas memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah terkait kebijakan tarif cukai ke depan. 

Pertama, jika pemerintah bermaksud untuk memberlakukan kebijakan cukai yang dapat mendukung kelangsungan penyerapan tenaga kerja, Sampoerna merekomendasikan agar pemerintah menutup celah cukai pada sigaret buatan mesin sesegera mungkin. 

"Yakni dengan (segera) menggabungkan volume produksi Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) menjadi 3 miliar batang per tahun," ujarnya.

Kedua, memastikan tarif cukai  SKM/SPM lebih tinggi secara signifikan dari tarif cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT). 

"Terakhir, kami meminta kepada Pemerintah untuk mempertahankan batasan produksi untuk SKT golongan 2 sebesar maksimal 2 miliar batang per tahun,” kata Troy menambahkan. 

Troy lanjut menuturkan, Pemerintah akan mencapai tujuannya melalui rekomendasi tersebut, sekaligus menciptakan lingkungan persaingan yang adil bagi para pelaku industri. 

Sebelumnya, sejumlah pihak mengungkapkan formula penggabungan SKM dan SPM dapat menutup celah kebijakan yang dimanfaatkan pabrikan besar dalam membayar tarif cukai murah. Aturan yang ada saat ini memunculkan ketidakadilan dan persaingan yang tidak sehat, dimana pabrikan besar berhadapan dengan pabrikan kecil dan sama-sama membayar tarif cukai murah.

Tidak hanya itu, Pemerintah diminta mempertimbangkan untuk memperlebar jarak tarif cukai segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) dari rokok mesin SKM atau SPM. 

Melalui penggabungan batasan produksi rokok mesin SPM dan SKM, diyakini produk-produk rokok mesin, khususnya dari pabrikan besar, tidak bersaing langsung dengan rokok tangan SKT.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah menjelaskan, kebijakan cukai melihat dari berbagai aspek dalam rangka menentukan kebijakan yang baik. 

“Tujuannya untuk tiga hal. Pertama mengurangi konsumsi, kedua, mengatur industrinya dan ketiga, adalah penerimaan negara,” jelas Sri Mulyani saat mengumumkan kenaikan tarif cukai. 

Pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen serta harga jual eceran menjadi 35 persen. 

“Kenaikan average 23 persen untuk tarif cukai dan 35 persen dari harga jualnya akan kami tuangkan di dalam Permenkeu yang akan diberlakukan sesuai dengan keputusan Presiden 1 Januari 2020,” kata Sri Mulyani.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00