• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

GAPKI Ajak Mahasiswa Peduli dengan Industri Kelapa Sawit

14 September
12:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Indonesia tercatat sebagai negara penghasil sawit terbesar di dunia. Budidaya kelapa sawit mulai dilakukan sejak 1878 di Nusantara. Sampai sekarang kelapa sawit terus mengalami perkembangan dengan berbagai produk turunannya.

Berbagai macam dampak positif yang dilahirkan dengan adanya sawit dan produk-produk olahannya. Mulai dari sumbangan kepada ekonomi Indonesia, yakni kontribusi kepada devisa sekitar US$ 20,54 miliar pada tahun 2018. 

Ada pula dampak penyerapan tenaga kerja yang besar dari sektor ini. Paling tidak ada sekitar 50 juta jiwa yang hidup dari sawit. Dan dampak positif lainnya seperti infrastruktur, pendidikan dan lain sebagainya. 

Dalam perkembangan zaman terkini, semua stakeholder di perkelapasawitan memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang benar tentang sawit. 

Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tofan Mahdi menjelaskan, idustri ini bukan industri yang membahayakan.

"Yang perlu terus digaungkan kepada semua lapisan masyarakat adalah sawit telah memberikan manfaat bagi kita semua. Tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk dunia," ungkapnya, Sabtu (14/9/2019).

Generasi milenial dan generasi Z, lanjut Tofan, harus mendapatkan asupan informasi yang benar tentang kelapa sawit dan produk-produk turunannya. Mereka harus tahu sejarahnya, perkembangan saat ini dan masa depannya. 

"Diharapkan ada awareness dikalangan anak milenial, kalangan generasi muda, bahwa sawit itu penting bagi ekonomi Indonesia dimasa depan," ucapnya. 

Karena kalau anak-anak muda ini cuek terhadap sektor sawit dan mereka tidak peduli, kata Tofan, sementara lawan-lawan Indonesia adalah negara-negara maju Eropa dan Amerika melalui kepanjangan tangan mereka yaitu LSM LSM asing yang bergerak di sini dengan berbagai isu lingkungan isu Tenaga Kerja dan lain sebagainya.

"Dan mereka mendukung itu, anak muda mendukung berbagai kampanye negatif dari LSM asing itu. Ya cepat atau lambat industri sawit akan mati, itu yang kita nggak mau," tegasnya. 

Bentuk kepedulian yang diharapkan adalah, ketika ada kampanye kampanye negatif GAPKI ingin menajak mereka bersama-sama untuk mengcaunter, kemudian mereka juga bisa membantu mensosialisasikan aspek-aspek positif dari sawit.

GAPKI mengajak generasi millenial untuk mendukung kelapa sawit, melalui talkshow yang bertajuk "Surabaya Amazing Race Sawit Hunt 2019" yang menghadirkan para pembicara dari asosiasi dan perusahaan yang menggunakan sawit.

Diharapkan, kegiatan ini akan menjadi jembatan informasi yang tepat bagi generasi milenial, mahasiswa, pengusaha pemula dan lain-lain untuk mengenal lebih dalam soal sawit dan produk-produk turunannya serta peluang-peluang yang bisa diciptakan dari kelapa sawit. 

Dalam kesempatan ini dipaparkan, produk turunan sawit dapat berupa makanan, kosmetik, dan energi terbarukan. Sebagai contoh untuk makanan berupa minyak goreng,  margarin, mentega, mie instan dan lain sebagainya.  

Dan untuk produk kecantikan dan kosmetik berupa lipstik, sampo,  sabun dan lain sebagainya. Adapun energi terbarukan yang dihasilkan dari sawit berupa biodiesel. 

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang keempat, setelah sebelumnya juga diselenggarakan di Jakarta, Bogor dan Yogyakarta.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00