• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

PB Djarum-KPAI Damai, Kronologis Selamatnya Dunia Bulutangkis Indonesia

13 September
22:21 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Rapat tertutup antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ( PP.PBSI), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta PB Djarum atau dalam hal ini Djarum Foundation untuk menyelesaikan polemik Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum sudah berlangsung dalam suasana tenang, saling menghormati, dan lancar pada Kamis, 12 September 2019.

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto menegaskan, polemik antara KPAI dan PB Djarum sudah selesai. Walau ada sedikit perubahan untuk penulisan nama kegiatan audisi tersebut, namun semua pihak terutama KPAI dan PB Djarum sudah sepakat untuk itu. Gatot mengingatkan, tidak perlu mengulas bagaimana sampai sepakat, akan tetapi yang terpenting semangatnya dulu, bahwa ada kesepakatan saling pengertian antara para pihak agar audisi PB Djarum terus berlanjut.

Dari kesepakatan tersebut, dirinya sebagai Sesmenpora juga berharap PB Djarum mencabut pernyataan bahwa akan menghentikan audisi dan November 2019 adalah terakhir kalinya mereka mengadakan kegiatan itu. Ada dua komitmen, dari KPAI setuju mencabut surat tertanggal 29 Juli 2019 yang intinya meminta PB Djarum menghentikan audisi (karena dinilai mengeksploitasi anak lewat iklan rokok), sementara PB Djarum juga siap mengganti nama audisi tanpa ada embel-embel Djarum yang menempel di jersey anak-anak yang ikut audisi.

Lebih tepatnya menurut Gatot nama kegiatan audisi diganti dengan istilah yang lebih umum tanpa harus menggunakan nama maupun iklan perusahaan rokok Djarum Kudus.

BACA JUGA: Yoppy Rosimin : Sepanjang PB Djarum Diberi Ruang, Kami Siap Berkontribusi

Sementara itu, kesepakatan yang dicapai KPAI-PB Djarum disambut PP.PBSI dengan rasa bahagia yang tidak terkira. Karena PP.PBSI sangat menyadari dampak terbesar yang akan dialami jika PB Djarum menarik diri dari pembinaan bibit-bibit bulutangkis muda Indonesia adalah pada PP.PBSI itu sendiri.

Mewakili Ketua Umum (Ketum) Wiranto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI Achmad Budiarto menyatakan penandatanganan kesepakatan antara semua pihak yang disaksikan pihak Kemenpora, yang dipimpin langsung menpora Imam Nahrawi membuatnya lega.

"Saya orang yang pertama bersyukur atas pertemuan ini dan berakhirnya polemik KPAI vs Djarum," sebut Sekjen PP.PBSI Achmad Budiarto dalam perbincangan bersama Danang Sundoro di Program Dinamika Olahraga RRI, Jumat (13/9/2019).

Sebelumnya, pertemuan pada hari Kamis, 12 September 2019, disaksikan langsung Menpora Imam Nahrawi mempertemukan PB Djarum diwakili mantan atlet nasional Lius Pongoh yang mendapatkan kepercayaan dan mandat penuh dari Program Director Bhakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, dari KPAI yang langsung dihadiri Ketua Susanto, serta PP PBSI diwakili Sekjen Achmad Budiarto yang juga mendapat mandat penuh dari Ketum Wiranto.

Keempatnya menandatangani perjanjian, bahwa tidak ada lagi logo Djarum melekat di jersey anak-anak yang mengikuti audisi, sementara bagi orang dewasa, mulai pelatih, sampai para maestro atau legenda bulutangkis yang didatangkan PB Djarum diperbolehkan mengenakan logo tersebut  karena mereka bukanlah anak-anak lagi.

Dari 4 (empat) poin kesepakatan, salah satu yang digarisbawahi adalah poin ketiga butir pertama, dimana Djarum Foundation sepakat mengubah nama yang semula bernama Audisi  Umum Beasiswa PB Djarum menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis, tanpa menggunakan logo merek dan brand image Djarum. Dan poin ketiga butir kedua, dari sudut pandang KPAI, mereka sepakat pula mencabut surat tertanggal 29 Juli 2019 yang isinya meminta pemberhentian Audisi Beasiswa PB Djarum, dengan alasan eksploitasi anak-anak melalui iklan rokok.

"Iya benar, sudah ditandatangani dan tidak ada perang urat syaraf dalam rapat/pertemuan. Karena sejak awal Pak Menteri sudah meminta KPAI menceritakan kronologis, demikian pula sebaliknya PB Djarum menanggapinya dengan tak ingin berpolemik," ujar Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto kepada Danang Sundoro dalam program Dinamika Olahraga RRI, Kamis (12/9/2019).

BACA JUGA: PB Djarum dan Impian Indonesia Glory Dalam Ancaman KPAI

Bahkan Sesmenpora menjamin, walaupun PB Djarum hanya diwakili Lius Pongoh, tanpa kehadiran Program Director Bhakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, komitmen perusahaan tersebut untuk mengikuti hasil pertemuan sekaligus tetap menjadi pembina atlet-atlet muda bulutangkis Indonesia terus berjalan tanpa henti. Bagi Gatot dan semua pihak terkait, polemik KPAI-PB Djarum sudah clear alias selesai. "Saya pastikan ini sudah clear. Tidak lupa saya juga ikut berterima kasih kepada RRI yang bisa mengawal, sekaligus men-deliver berita luar biasa ini dengan sangat baik kepada masyarakat," apresiasi Gatot kepada RRI.

Rasa terima kasih dan apresiasi tinggi juga disampaikan Sesmenpora kepada Ketum PP PBSI, Wiranto, yang merangkap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, yang awalnya mengancam akan menarik diri sebagai Ketua Umum PB PBSI tapi akhirnya mengurungkan niatnya tersebut melihat semua pihak sudah mau duduk bersama. 

BACA JUGA: Anang Hermansyah: Polemik PB Djarum dan KPAI Tamparan Bagi Pemerintah

Gatot menggarisbawahi, apresiasinya terhadap Wiranto adalah dalam kapasitas sebagai Menko Polhukam, tidak melakukan penekanan melainkan membiarkan pembicaraan antara semua pihak yang berpolemik mengalir dalam situasi aman dan lancar tanpa pressure apapun.

Terakhir, Gatot berpesan kepada semua orang tua anak-anak calon penerima beasiswa PB Djarum agar tidak khawatir membawa anak-anak mereka untuk datang audisi beasiswa bulutangkis, karena anak-anak mereka akan ditangani dengan sebaik-baiknya, seperti anak-anak kecil yang dulu ditangani dan sekarang sudah menjadi atlet-atlet bulutangkis Indonesia kelas dunia.

"Saya menekankan para orang tua saat mengantar anak-anak dalam audisi, tak usah khawatir, anak-anak mereka akan ditangani dengan baik dan perusahaan lain saya harap dapat mengikuti jejak PB Djarum," tandas Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00