• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak, DJP Luncurkan 'Compliance Risk Management'

13 September
18:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan penerapan pengawasan kepatuhan berbasis risiko atau compliance risk management sebagai bagian dari reformasi perpajakan.

“Compliance risk management merupakan kelanjutan dari program amnesti pajak dan transparansi informasi keuangan, yang memungkinkan Direktorat Jenderal Pajak membangun profil risiko wajib pajak secara lebih canggih dan akurat,”  kata Dirjen Pajak  Robert Pakpahan  dalam siaran pers DJP, Jumat (13/9/2019 )

Dengan profil risiko yang semakin canggih, kata Robert, DJP dapat melayani wajib pajak dengan lebih spesifik, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan wajib pajak yang bersangkutan. Sehingga membantu wajib pajak yang ingin patuh dalam melaksanakan kewajban perpajakan mereka.

“Sebaliknya, kepada wajib pajak yang dengan sengaja menolak untuk melaksankan kewajiban perpajakannya, DJP akan secara tegas melakukan tindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Robert.

Paradigma ini menggantikan cara pandang lama. Kalau dulu, antara wajib pajak dan DJP ada sikap saling tidak percaya dan curiga yang menghambat terciptanya kepatuhan sukarela berkelanjutan dari wajib pajak. Hal itu terjadi karena dalam model lama, semua wajib pajak diperlakukan seragam sehingga justru menimbulkan ketidakadilan antara wajib pajak yang patuh dan yang tidak patuh.

Penerapan pengawasan berbasis risiko ini akan membantu DJP dalam melayani wajib pajak dengan adil dan transparan, sekaligus mengelola sumber daya secara lebih efektif dan lebih efisien, sehingga pada akhirnya dapat membantu mewujudkan kepatuhan yang lebih optimal dan berkelanjutan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00