• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Cegah ISPA Akibat Kabut Asap, Polres Kubar Bagi 2500 Masker Gratis

13 September
17:02 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar : Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kabupaten Kutai Barat (Kubar) makin pekat. Kondisi ini membahayakan kesehatan masyarakat. Seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Guna mencegah dampak tersebut kepolisian resor (Polres) bersama pemkab Kubar membagikan 2500 masker gratis kepada masyarakat.

Kapolres Kubar AKBP. I Putu Yuni Setiawan di temui RRI saat pembagian masker kepada pengendara roda dua dan roda empat di kawasan jalan Sendawar Raya kecamatan Barong Tongkok Jumad (13/9/2019) menjelaskan, aksi sosial itu merupakan bentuk kepedulian polres dan pemda Kubar terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

“Kita harapkan masyarakat Kutai Barat tidak terkena dampak kabut asap seperti Ispa. Dari Polres sendiri kita bagi kurang lebih 2500 masker,” katanya.

Dikatakan selain dari kepolisian pembagian masker juga didukung dinas kesehatan, kodim 0912 Kubar serta badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), serta seluruh polsek di wilayah Kubar. Mengingat kabut asap melanda hampir seluruh wilayah.

“Polsek-polsek jajaran juga minimal membagi 300 masker. Ada dari Kodim dinas kesehatan dan BPBD,” sebut Kapolres.   

Sementara mengenai penanganan kabut asap, Yuni Setiawan mengaku sudah berkoordinasi dengan tim satgas karhutla melakukan pencegahan dan sosialisasi langsung ke masyarakat terkait bahaya kebakaran. Kemudian ia juga mengimbau masyarakat tidak membuka ladang dengan cara membakar.

“Untuk koordinasi setiap hari kita laksanakan dengan Kodim maupun BPBD. Baik pencegahan, sosialisasi dan penanganan untuk mematikan api kalau memang sudah terjadi kebakaran. Tapi yang terpenting lagi kita imbau masyarakat untuk menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar. Pakailah cara-cara lain untuk menghindari kabut asap,” ujarnya.

Terpisah kepala Puskesmas Barong Tongkok Arbayanti mengaku pihaknya juga turut membagi masker kepada seluruh pasien yang berobat dipuskesmas.

“Setiap hari kami mengeluarkan 250 sampai 300 masker karena meskipun datang satu orang kita bagikan juga untuk keluarganya di rumah. Kami sarankan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Tapi kalau memang kerja lebih banyak di luar rumah usahakan tetap pake masker, kemudian masker yang sifatnya tidak bisa dicuci jangan dipakai satu hari penuh, harus diganti,” jelas Arbayanti.

Kepala bidang pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Kubar Kamius Junaidi menyebut kabut asap yang terjadi dalam dua hari terakhir disebabkan oleh kebakaran di sejumlah titik sejak 11 september lalu.

“Kalau kemarin sempat ada delapan titik hot spot yang dipantau melalui satelit. Itu di kecamatan Damai dan Nyuatan. Tapi hari ini tinggal tiga titik, yaitu di Kecamatan Damai itu ada api yang mengarah ke kampung Tokong. Kemudian di Kecamatan Melak Kampung Muara Bunyut dan di Kecamatan Bongan itu ada dua titik. Hanya presentasenya sekitar 60 persen saja bukan warna merah tapi menurun jadi kuning. Bisa jadi itu penguapan saja bukan karena ada api. Kecuali presentasenya 80 sampai 100 persen baru ada kemungkinan terbakar,” ujar Junaidi.   

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00