• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Ricuh, Aksi Bakar Karangan Bunga Picu Salah Paham

13 September
16:37 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kelompok massa mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menggelar aksi unjuk rasa damai. Mereka bermaksud mengucapkan selamat atas terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK baru hasil voting Komisi III DPR RI, Jumat (13/9/2019) dini hari.

Massa yang menamakan diri Himpunan Aktivis Indonesia serta Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI tersebut juga mendukung Revisi UU KPK, yang menurut mereka untuk memperkuat lembaga antirasuah itu di kemudian hari.

Sambil menggelar orasi, massa mencopot kain hitam yang menutupi logo Komisi Pemberantasan Korupsi sekaligus semua karangan bunga. Padahal, kain hitam dan karangan bunga itu merupakan simbol dari para pegawai KPK yang menolak Revisi UU sekaligus tidak setuju dengan seleksi Calon Pimpinan (Capim) yang dituding bermasalah.

Berdasarkan pantauan RRI di lokasi, karangan bunga ditumpuk dan dibakar di depan KPK. Bahkan berdasarkan video amatir yang sudah beredar luas di kalangan wartawan, melihat api yang mulai besar, petugas berusaha memadamkannya sambil massa tetap berorasi. Tak lama, ada seorang pengunjuk rasa coba menghalangi petugas memadamkan api. 

Oknum tersebut akhirnya coba dicegah polisi dan petugas keamanan KPK, dan dari situlah kesalahpahaman mulai membesar jadi kericuhan disertai lemparan batu di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019).

Keributan semakin membesar ketika massa aksi mencopot kain hitam yang menutupi logo KPK di depan lobi gedung. Saat petugas pengamanan KPK dan polisi coba mempersuasi massa yang hendak mencopot kain hitam, mulai muncul teriakan dan panaslah situasi.

Walau saat ini aksi sudah mereda dan terkendali, tapi massa tersebut masih bertahan di Gedung KPK, begitu pula sisa-sisa batu aksi lempar-lemparan sebelumnya masih ada di lokasi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00