• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polsek Grogol Sukoharjo Bongkar Sindikat Perampok Bermodus Penggandaan Uang

12 September
22:14 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sukoharjo : Tim Unit Reskrim Polsek Grogol, Sukoharjo, berhasil membongkar sindikat pencurian dan kekerasan curas dengan modus menggandakan uang.

Kasus curas tersebut cukup unik karena diawali dengan penggandaan uang dimana saat terjadi ketika korban menyerahkan uang yang hendak digandakan justru dibawa kabur oleh anggota komplotan lainnya.

Dalam gelar perkara, Kamis (12/09/2019) Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengemukakan kejadian tersebut berawal dari kesepakatan penggandaan uang antara pelaku dan korban.

Namun, saat penyerahan uang tersebut, pelaku menghubungi anggota kelompok lain yang berpura-pura menjadi anggota polisi.

Korban adalah beberepa orang dari Malang dengan kerugian sekitar 30 juta rupiah.

Para pelaku mengawali aksinya dengan menipu korban berupa iming-iming penggandaan uang. Dimana pelaku menawarkan penggandaan uang dengan cara satu banding tiga yang apabila di angka 100 akan menjadi 300.

“Saat penyerahan uang tersebut, pelaku menghubungi anggota kelompok lain yang berpura-pura menjadi polisi ,” ungkap AKBP Iwan Satiadi.

Menurutnya, kasus tersebut terjadi pada 28 Agustus lalu sekitar pukul 15.00 WIB di sekitar Fave hotel Solo Baru untuk penyerahan uang yang akan digandakan.

Saat itu tiga korban dari Malang, Jawa Timur, membawa uang Rp30 juta bertemu salah satu pelaku bernama Sihwanto alias Wanto. Ketiga korban ini lantas diajak bertemu di sekitar Hotel Fave Solo Baru untuk penyerahan uang yang akan digandakan.

"Saat itu si tersangka Wanto ini memberi tahu Haryono yang merupakan komplotan Demak bahwa korban memang benar membawa uang," katanya.

Saat itulah anggota komplotan Demak lantas datang ke lokasi pertemuan dengan mengaku anggota Polda Jateng. Dalam kesempatan itu, Wanto berpura-pura tidak mengenal para pelaku tersebut.

Kemudian uang yang hendak digandakan direbut dan dibawa kabur. Beruntung bagi korban karena berhasil merebut tas selempang milik salah satu pelaku saat hendak masuk mobil dan melarikan diri.

"Korban lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Grogol. Oleh polisi, isi tas milik pelaku kemudian diperiksa dan terdapat handphone yang di dalamnya terdapat data teman-teman pelaku," katanya.

Dari situ, polisi berhasil menangkap satu per satu anggota kelompok Demak. Kemudian dilakukan pengembangan penyelidikan dan menangkap kelompok Solo.

Sementara para pelaku terbagi menjadi dua kelompok yakni elompok Demak masing-masing Haryanto, Eko Prasetyo , dan Eko Budiarto, warga demak serta Teguh Andriyanto, warga Pedurungan, Semarang Timur.

Sedangkan dari kelompok Solo Sihwanto, warga Gondangrejo, Karanganyar, Tri Haryanto,, Klaten, Warno Kadipiro, Banjarsari, Solo serta Bambang Andriyanto, Jiwan, Madiun.

“Sebelum beraksi di Solo Baru, para pelaku juga beraksi di Pekalongan. Namun aksi itu gagal karena calon korban tidak datang ke lokasi pertemuan,” cetus Kapolres.

Dari para pelaku, polisi menyita barang bukti di antaranya satu unit mobil Toyota Avanza warna putih berpelat nomor H 9232 RE, mobil Toyota Innova warna putih Nopol N 1309 JK milik korban, tas selempang, handphone, dan 24 lembar uang pecahan Rp100.000.

“Atas perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkas Kapolres. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00