• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Jimly Asshiddiqie: Dewan Pengawas Perluasan Fungsi Penasihat KPK

12 September
18:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Keberadaan dewan pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diatur dalam revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (RUU KPK) dianggap perlu. Sebab Dewas KPK bisa berfungsi sebagai penasihat komisi anti rasuah itu.

Pakar Hukum Tata Negara yang juga Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Jimly Asshiddiqie tidak mempermasalahkan Dewas bagian dari internal KPK. Yang penting Dewas terdiri dari unsur eksternal dan masyarakat.

“Ya, kalau (Dewas) sifatnya internal tidak apa-apa, tidak mengganggu indenpendensi internal KPK. Jadi orangnya dari luar empat misalnya, dari masyarakat tiga. Ya kan sama seperti KPK juga kan dari masyarakat,” kata Jimly kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Lebih lanjut Jimly mengatakan, saat ini KPK telah memiliki penasihat. Namun Dewas bisa menjadi perluasan dari fungsi dewan penasehat yang sudah ada.

Meski demikian, diingatkannya pemilihan Dewas KPK tetaplah harus dilakukan secara transparan. Perumusan fungsi dewas pun harus dipertegas lagi agar tidak menggangu proses hukum.

“Misalnya kalau hal-hal misalnya penyadapan, izin penyadapan itu boleh juga, selama ini kan dari pengadilan. Nah sekarang izinnya dari pengawas, kan bisa juga,” tekan Jimly.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00