• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Fakultas Teknik UGM Kembangkan Baterai Kendaraan Bermotor Listrik

12 September
17:35 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Fakultas Teknik UGM mulai tahun 2012 hingga kini fokus pada usaha daur ulang baerai Lithium guna mendukung pemerintah untuk percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai

Dekan Fakultas Teknik UGM Prof Dr Nizam mengatakan, sejak tahun 2013 pihaknya fokus melakukan berbagai penelitian terkait daur ulang logam berharga khususnya lithium. Upaya itu mengacu diberlakukannya Perpres no 55/tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Dengan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, LPDP, Fakultas Teknik telah mengembangkan penelitian daur ulang baterai lithium, charging baterai serta pengembangan kendaraan untuk diluar jalan raya misalnya untuk dioperasikan di bandara.

Ke depan, kata Prof Nizam, Fakultas Teknik UGM  juga akan memproduksi mobil listrik untuk angkutan pedesaan.

“Kita melihat jauh kedepan sehingga riset mulai tahun 2013 kita fokuskan di recycle (daur ulang) baterai. Pertama alasan lingkungan karena banyaknya limbah baterai yang ada di Indonesia, kedua, karena semua model terbarukan itu membutuhkan batera, dan baterai di pasar yang paling ekonomis itu (baterai) lithium,” jelas Prof Nisam kepada wartawan Kamis (12/9/2019) petang.

“Mengambil kembali lithium dari baterai yang sudah menjadi limbah tadi memiliki manfaat ganda, limbahnya bisa tertangani dan lithiumnya bisa kita pakai lagi ketika membuat baterai baru,” tambah Prof Nizam.

Di tengah pameran yg berlangsung di Faultas Teknik UGM, analis riset dari LPDP, Rahmat Syaifulloh menjelaskan, LPDP mulai tahun 2013 telah mendukung dana penelitian dan pengembangan kendaraan bermotor berbasis listrik pada 5 perguruan tinggi negeri di Indonesia termasuk ITB, Unair, UNS dan UGM dengan fokus yang berbeda-beda. Untuk UGM, pihak LPDP mendorong pengembangan antara lain pengembangan mobil non jalan raya serta program lain yang menjadi ikon UGM.

“Ini untuk mendanaan tahun 2018 untuk satu tahun ini yang dicapai UGM ada tiga judul proposal, recycle baterai, recharging baterai dan yang ketika mobil listrik yang khusus untuk di bandara. Kita menargetkan agar mobil itu nanti bisa digunakan diluar jalan raya, bisa di bandara atau di kampus. Itu nanti akan menjadi ikonnya UGM,” jelas Rahmat Syaifulloh, Analis Riset LPDP.

“Dengan skema kita, nanti kita siapkan agar nanti setelah riset selesai, sudah ada industri yang memproduksi,” jelasnya. 

Menurut Rahmat Syaifulloh, sejak 2013 LPDP telah mendanai sekitar 125 proposal dan pada akhir tahun 2019 terdapat 90 proposal baru.  Dana untuk satu proposal bisa capai RP. 6 miliar. Target dari pendanan oleh LPDP adalah riset yang menghasilkan produk yang bisa mencapai hilir atau dimanfaatkan di tingkat masyarakat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00