• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Jarak Pandang Hanya 500 Meter, 3 Penerbangan ke Bandara Melalan Kubar Dibatalkan

12 September
17:26 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar : Kualitas udara di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kaltim kembali memburuk usai dikepung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap pekat menyelimuti wilayah Kubar sejak Kamis (12/9/2019) pagi.

Kondisi ini ikut mengganggu penerbangan di Bandara Melalan Sendawar. Sedianya ada tiga penerbangan tujuan Samarinda dan Balik Papan hari ini. Sesuai jadwal, pesawat tujuan Balik Papan dengan nomor penerbangan A1113 menggunakan maskapai Airfast Indonesia harusnya berangkat pukul 11.30 Wita, namun ditunda tanpa estimasi waktu. Kemudian pesawat kedua dan ketiga dengan maskapai Expres Air harusnya take off pukul 13.15 dan 15.10 wita, juga ditunda keberangkatannya.

Sementara penumpang hanya pasrah menunggu  tanpa kepastian. Pantauan RRI di terminal bandara Melalan hingga pukul 15.30 Wita, belum ada informasi resmi mengenai jam penerbangan. Namun perwakilan maskapai dan petugas bandara sudah memberikan penjelasan ke penumpang jika penundaan itu merupakan dampak dari kabut asap yang menyelimuti run way bandara.

“Jadi 3 penerbangan hari ini dibatalkan semua, karena jarak pandang hanya 500 meter. Sedangkan jarak pandang idela itu 5000 meter,” jelas Anton salah satu petugas bandara Melalan dikonfirmasi RRI kamis sore sekitar pukul 17.00 wita.  

Sementara kepala bidang pencegahan dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar Kamius Junaidi dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya karhutla yang menyebabkan kabut asap. Menurutnya dari pantauan tim BPBD serta citra satelit sejak Rabu kemarin ada tiga daerah yang terpantau dilanda kebakaran.

“Memang ini kan masa-masa orang menyiapkan lahan karena asapnya ini menyebar seluruh wilayah Kutai Barat. Kalau berdasarkan titik hot spot yang tingkat konfidennya 100 persen atau positif terbakar itu ada tiga lokasi yaitu di kampung Tutung kecamatan Linggang Bigung, kemudian di kampung Bermai dan kampung Tempulang kecamatan Damai. Kita sudah cek lapangan dari kemarin itu sudah padam tapi kita belum tau hari ini apakah masih ada api atau tidak,” ujar Kamius.

BPBD Kubar, sebut Junaidi, sudah berkoordinasi dengan tim satgas bencana untuk patroli ke lapangan untuk mencegah penyebaran api agar tidak meluas.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan BLH dan dinas kesehatan untuk mencari solusi kalau asapnya berlebihan. Tim patroli juga jalan terus kalau ada titik-titik api langsung kita terjunkan pemadam,” tutupnya.  

Diketahui bencana karhutla yang terjdi di wilayah Kubar dalam bulan september ini sudah tiga kali terjadi. Dimana dalam dua pekan ini  juga sudah tiga kali bandara Melalan stop beroperasi karena kabut asap.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00