• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Ditarget Rp 42 Triliun, Perolehan Cukai Jatim II Baru Capai 55 Persen

12 September
15:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II optimis bisa mencapai target perolehan cukai sebesar Rp 42,56 triliun pada tahun 2019. Meskipun, hingga awal triwulan III, angka perolehan masih jauh dari target, atau baru mencapai Rp 23,74 triliun.

"Capaian perolehan pendapatan cukai di wilayah Jatim III per Agustus tercatata sebesar 55,8 persen," kata Kepala Kanwil DJBC Jatim II, Agus Hermawan, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya, ada fenomena tahunan yang terjadi dalam penghimpunan bea dan cukai dari masyarakat. Meski perolehannya terkesan lambat di awal tahun, namun akan mengalami tren kenaikan di akhir tahun. "Kemungkinan karena ada momen Natal dan Tahun Baru, konsumsi rokok meningkat. Karena 98 persen pendapatan kami dari cukai rokok," tuturnya.

Ia mengungkapkan, target Rp 42 triliun lebih yang dibebankan ini merupakan target penerimaan terbesar kedua di Indonesia setelah Kanwil DJBC Jatim I di Surabaya. "Target yang besar tersebut karena wilayah Jatim II merupakan basis industri rokok dan tembakau," ujar Agus. 

Pihaknya pun optimis bisa mengejar target di sisa tahun 2019 ini. "Hingga akhir tahun ini masih optimis. Apalagi kami juga terus menggenjot  penerimaan dengan mengoptimalkan kinerja di waktu yang tersisa ini," tandasnya.

Untuk diketahui, ada tujuh wilayah yang diampu DJBC Jatim II meliputi Malang, Kediri, Blitar, Madiun, Jember, Banyuwangi, dan Probolinggo. Target yang tertinggi, yakni di wilayah Malang dan Kediri. Untuk wilayah Malang, mendapatkan target Rp 20,9 triliun dan baru tercapai Rp 11,3 triliun atau di angka 53,9 persen. Sedangkan Kediri, mencapai Rp 11 triliun dari target Rp 19,3 triliun atau 57,43 persen. 

Untuk wilayah Probolinggo, capaiannya 49,8 persen atau Rp 434,9 miliar dari target Rp 872,3 miliar. Jember mencatatkan perolehan Rp 522,7 miliar atau 77,14 persen dari target Rp 677,6 miliar. Untuk Blitar, angkanya masih 48,5 persen atau Rp 141,1 miliar dari target Rp 290 miliar. Madiun dari target Rp 430,8 miliar baru tercapai 50,5 persen atau Rp 217,6 miliar. 

Catatan positif baru ditunjukkan Banyuwangi, meski dari sisi target termasuk yang paling rencah. Angkanya bahkan mencapai 691,6 persen dihitung dari perolehan Rp 6,58 miliar terhadap target Rp 0,95 miliar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00