• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dirut INKA Kenang BJ Habibie sebagai Pendiri INKA

12 September
14:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Madiun : Jajaran PT Industri Kereta Api- INKA (Persero) Madiun berduka, sejak meninggalnya Presiden RI ke-3, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie, FREng. Ini karena BJ. Habibie merupakan pendiri PT. INKA tahun 1981. 

Direktur Utama PT. INKA (Persero) Madiun, Budi Noviantoro mengaku sangat kehilangan sosok Bapak Teknologi Indonesia. Untuk mengenang jasa BJ Habibie, Budi bersama jajaran berjanji akan terus berkarya untuk bangsa.

Disamping itu, untuk mendoakan almarhum Presiden RI ke-3 BJ Habibie, sejumlah karyawan INKA melakukan salat gaib di Masjid Al-Hadiid kompleks PT INKA.

“Pak Habibie adalah pendiri PT INKA. Tanpa beliau ya tidak ada INKA. Saya sebagai Dirut dan jajaran direksi dan seluruh karyawan PT INKA (Persero) mengucapkab, Innalillahi wa Innailaihi Roji’un,” ucapnya. 

“Semoga beliau khusnul khotimah dan yang ditinggalkan mendapatkan tambahan kekuatan iman. Kami dan seluruh jajaran akan tetap dan wajib hukumnya untuk melanjutkan, mengerjakan apa yang telah dirintis beliau untuk INKA,” ungkap Budi Noviantoro, Kamis (12/9/2019).

Ia menyatakan, pendirian PT. INKA inisiatif BJ. Habibie dilatarbelakangi sejumlah hal. Antara lain kinerja perkeretaapian yang terus menurun, puncaknya terjadi pada Tahun 1970-an. Saat itu jumlah sarana perkeretaapian di Indonesia seperti lokomotif, kereta penumpang dan gerbong barang yang dimiliki Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) terus berkurang.

Selain itu terjadinya ketergantungan kepada impor yang berakibat berkurangnya devisa negara. Untuk mengurangi hal itu, di era 1980-an, Indonesia mengambil model kebijakan substitusi impor dan alih teknologi yang digagas Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (UP3DN).

Kebijakan tersebut berisi bahwa setiap pengadaan sarana kereta api oleh PJKA harus dikaitkan dengan impor dalam bentuk terurai untuk dirakit di dalam negeri. Oleh BJ Habibie yang saat itu sebagai Menristek Kepala BPPT, dipertajam menjadi strategi transformasi industry dan alih teknologi. Artinya, ia menginginkan SDM nasional tidak hanya pintar ‘menjahit’, tetapi juga harus memiliki kemampuan berkreasi dan berinovasi dalam teknologi perkeretaapian.

Atas inisiasi itu, pemerintah mendirikan PT INKA (Persero) yang berpusat di Madiun, Jawa Timur sebagai wahana transformasi industry dan alih teknologi perkeretaapian di tanah air. Sasarannya adalah industri kereta api nasional yang mandiri dan bisa terbebas dari ketergantungan produk luar negeri.

“Jadi beliau berfikir kalau orang lain bisa membuat, kenapa kita nggak bisa buat. Sekarang terbukti kan, malah kita kirim ke beberapa negara,” tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00