• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Budaya Kearifan Lokal Dinilai Mampu Menangkal Paham Radikalisme

12 September
14:48 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sumedang : Memelihara dan melaksanakan penguatan kearifan lokal dinilai mampu membentengi masyarakat di daerah dari paham radikalisme, terlebih, bagi wilayah yang budaya kearifan lokalnya masih diterapkan, kecendrungan masyarakatnya akan berperilaku arif dan bijak.

Demikian disampaikan, Kasie Perlindungan Sosial Korban Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat H  Mochamad Noor usai memberikan bantuan berupa perangkat gamelan ke Paguyuban Sanggar Budaya Desa Sarimekar di Kecamatan Jatinunggal Kab. Sumedang, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya, kearifan lokal ada korelasi dengan keselarasan sosial. Bantuan berupa gamelan adalah sebagai implementasi penguatan kearifan lokal.

"Keselarasan sosial harus ditanamkan di semua kalangan masyarakat termasuk seniman dan budayawan tradisional. Dinas Sosial memiliki peranan untuk mendukung kearifan lokal, seperti budaya gotong royong, seni dan budaya masyarakat," ucapnya.

Ia menambahkan, kearifan lokal sebagai dasar budaya, harus dipahami baik agar menjadi tolok ukur masyarakat dalam berbudaya. Selain itu, berbagai bantuan untuk keselarasan sosial,  Provinsi Jabar merupakan wilayah paling banyak mendapatkan bantuan berupa perangkat gamelan tradisional.

"Terdapat 14 kabupaten/kota,  24 desa/kelurahan yang mendapat bantuan,"  katanya.

Dalam kesempatan itu, Camat Jatinuggal, Edi Wahyu mengatakan, bangga kepada masyarakat yang mau menggerakan seni dan budaya tradisional. Seni tradisional setidaknya akan mampu memfilter budaya-budaya asing yang gencar masuk ke daerah termasuk paham radikalisme.

Lebih jauh, kata dia, penguatan kearifan lokal tentunya bisa mewujudkan Sumedang Simpati. 

"Mudah-mudahan kecamatan Jatinunggal jadi pilot projek penerapan seni dan budaya tradisional dalam mewujudkan keselarasan sosial. Sebab, cakupan keselarasan sosial itu luas. Salah satunya bagaimana seni dan budaya tradisional bisa jadi filter terhadap perilaku negatif," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan banyaknya dukungan untuk penguatan kearifan lokal akan membantu masyarakat memahami dan menjauhkan diri dari pengaruh paham-paham diluar kebiasaan masyarakat.

Hal senada disampaikan, Pjs Kades Sarimekar, Cicim menyatakan, masyarakat di wilayahnya masih memelihara budaya kearifan lokal. Perilaku gotong royong, ramah pada tamu dan sikap santun masih terpelihara dengan baik.

Menurutnya, pencegahan terhadap paham radikalisme memang bisa melalui wadah seni dan budaya. Nilai seni dan budaya yang begitu tinggi bisa diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Seperti kebersaamaan, solid meski memiliki pemikiran yang berbeda.

"Kami apresiasi positif, pada kesempatan ini pihak Dinas Sosial Provinsi Jabar menyerahkan bantuan kepada Paguyuban Sanggar Desa Sarimekar berupa seperangkat gamelan pakaian adat sunda," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00