• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Panggil PLT Bupati Kudus Sebagai Saksi Dalam Kasus Suap Jual Beli Jabatan

12 September
11:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini panggil Plt Bupati Kudus Hartopo seebagai saksi dalam kasus perkara pengisian jabatan dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Kudus 2019, yang menjerat Bupati Kudus Nonaktif Muhammad Tamzil.

Direncanakan dirinya akan diperiksa untuk tersangka Bupati Kudus nonaktif Muhammad Tamzil.

"Direncanakan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MTZ" kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah Kamis (12/9/2019).

Seperti yang diketahui dalam kasus ini KPK telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka yaitu Bupati Kudus Muhammad Tamzil, dan Staff Khusus Bupati Agus Soeranto sebagai tersangka yang diduga menerima suap dalam kasus ini.

Selain itu KPK juga menetapkan Plt Sekretaris Dinas DPPKAD Kudus Akhmad Sofyan sebagai tersangka yang diduga sebagai pemberi suap dalam kasus ini.

Ketiganya kinipun sudah ditahan KPK

Selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 27 Juli - 15 Agustus 2019.

Dalam kasus ini KPK Menduga Tamzil menerima suap senilai Rp 250 juta untuk membayar utang, yang diberikan oleh tersangka Akhmad Sofyan melalui Agus Soeranto. Uang tersebut juga dimaksudkan agar Tamzil mengamankan jabatan Akhmad Sofyan beserta istrinya dilingkungan Pemkab Kudus.

Ini merupakan kali kedua Tamzil ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus korupsi. Sebelumnya Tamzil pernah ditahan dikarenakan kasus korupsi dana bantuan sarana dan prasarana pendidikan saat menjabat menjabat sebagai Bupati Kudus periode 2003-2008.

Tamzil terbukti bersalah melakukan korupsi dan dijatuhi hukuman 1 tahun 10 bulan penjara serta denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Tamzil dipenjara hingga akhirnya mendapatkan pembebasan bersyarat dari Lapas Kedungpane, Semarang, pada  Desember 2015. Dirinya kemudian maju kembali dalam Pilkada Kudus pada 2018 dan terpilih sebagai Bupati.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00