• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

BNP2TKI Akui Pengiriman TKI Ilegal Setiap Tahunnya Menurun

12 September
09:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Purwokerto: Dalam mengantisipasi pengiriman tenaga kerja Indonesia ilegal atau Unprocedural  worker, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) telah mengadakan kerjasama dengan pihak-pihak terkait khususnya di perbatasan-perbatasan seperti di Nunukan, dan Batam. 

Kerjasama itu dilakukan dengan aparat-aparat terkait seperti Polri, Imigrasi, Kementerian Luar Negeri, dan Pemerintah Daerah tempat pengiriman tenaga kerja untuk mencegah pengiriman TKI ilegal.

Seusai mengadakan sosialisasi terkait Undang-Undang nomor 18 tahun 2017 mengenai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Purwokerto, Rabu (11/9/2019) sore, Kepala Biro Hukum dan Humas BNP2TKI Sukmo Yuwono, SH, MH mengakui pengiriman TKI ilegal masih terjadi, namun sudah agak menurun, karena pihaknya bisa melacak kantong-kantong pengiriman tenaga kerja Indonesia ilegal tersebut.

”Memang upaya-upaya pencegahannya sudah berjalan, dan memang kita tidak bisa pungkiri masih ada beberapa kejadian TKI unprocedural yang biasa kita sebut masih terjadi”, ungkapnya.

Dia menyebutkan negara Malaysia merupakan tujuan dari pengiriman TKI ilegal karena banyak titik-titik perbatasan yang langsung seperti daerah bagian Sarawak.

“Kemudian di Batam, Batam itu banyak yang menjadi hap untuk mengiriman tenaga-tenaga kerja unprocedural ke luar negeri. Nah ini kita selalu mengupayakan kerjasama pencegahan. BNP2TKI tentunya tidak bisa bekerja sendiri, harus menggandeng mitra kepolisian, kita sudah punya MoU dan perjanjian kerjasama dengan kepolisian untuk mencegah penempatan TKi secara unprocedural”, kata Sukmo Yuwono.

Ketika ditanya ada berapa kasus pengiriman TKI ilegal di tahun 2019 ini, Sukmo Yuwono menjelaskan, tercatat tidak begitu banyak, yang pasti dari tahun ke tahun relatif sudah menurun.

”Karena memang begitu ada kasus, BNP2 TKI selalu menginfokan melalui media dalam konteks untuk pencegahan berikutnya”, terangnya.

Dia menambahkan, dari sisi perlindungan jika ditemukan TKI yang bermasalah di negara penempatan, perwakilan Indonesia akan menghubungi dan memulangkannya dengan program repatriasi.

"Tapi dari sisi penegakkan hukumnya, BNP2 TKI bekerjasama dengan aparat Kepolisian akan mencari dan melacak pengirimnya", imbuh Sukmo Yuwono.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00