• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Sudah Tetapkan 4 Tersangka Kasus Banprov, Aspidsus Kejati Jateng Masih Yakini Ada Tersangka Lain

12 September
08:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menetapkan 4 tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan Pemerintah Provinsi (Banprov) Jateng di dua daerah yakni Pekalongan dan Kendal pada 11 September 2019.

Sebanyak 4 tersangka tersebut masing-masing S sebagai pejabat pembuat komitmen (PPKom), CE selaku Dirut PT Airmas Sinergi Informatika, lalu inisial S sebagai PPKom dan SMS yang jadi Presdir PT Asta Grafika, S sebagai PPKom dan SMS, Presdir Asta Grafia.

Aspidsus Kejati Jateng, Ketut Sumedana mengatakan modus ke -4 tersangka yakni melalui perbuatan melawan hukum dengan mark up anggaran melalui penyusunan kontrak pengadaan barang sebelum APBD Perubahan disahkan.

“Jadi kontraknya dibuat bulan April, tapi APBD perubahannya dibuat pada September hingga Oktober 2018, di dua kabupaten itu hampir sama modusnya. Itu dari sisi perbuatan melawan hukum lainnya ada spesifikasi yang tidak sesuai dan pemahalan harga (Mark-up),” terangnya Ketut Sumedana, Kamis (12/9/2019).

Menurut Ketut pengadaan laptop di Kendal sebanyak 864 unit dengan nilai kontrak Rp 8,9 miliar. Sementara untuk Pekalongan sebanyak 897 unit dengan nilai kontrak Rp 9,8 miliar.

“Untuk kepentingan kepala sekolah, bahkan ada kepala sekolah yang tidak mengajukan laptop juga dikasih,” ungkapnya.

Adapun saat ditanya terkait kemungkinan keterlibatan kepala daerah, Kejati akan melakukan pendalaman  jika dibutuhkan. Kejati Jateng bahkan telah memangil Badan Anggaran (Bangar) Eksekutif maupun legislative Provinsi Jawa tengah.

“Kalau ini saya yakini akan ada tersangka lainya, akan ada ya. Kita akan dalami semuanya,” tegasnya.

Sampai saat ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng sudah memeriksa 50 saksi dengan fokus kasus korupsi dinas pendidikan di Kendal dan Pekalongan. Meski demikian dimungkinkan praktik korupsi juga terjadi di daerah lain.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00