• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Wali Kota Jamin Keamanan Mahasiswa Papua di Tanah Rencong

12 September
04:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menjamin kemanan mahasiswa asal Papua yang mengenyam pendidikan di Kota Banda Aceh. Wali Kota menegaskan, dirinya bersama TNI-Polri dan Forkopimda Kota Banda Aceh akan berada di garda terdepan untuk melindungi mahasiswa Papua. 

Pernyataan itu disampaikan Aminullah kepada awak media saat menjamu 74 orang mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Papua (Himapa) di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Rabu (11/9/2019) malam. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto, Kabinda Aceh Brigjen TNI Cahyono Cahya Angkasa, Kepala Bagian Duk Ops Binda Aceh Iqbal Sugiharto serta sejumlah pejabat. 

Wali Kota berpesan agar semua pihak sama-sama menjaga hubungan erat dan tali silaturahmi tanpa membedakan suku atau agama. 

“Yang paling penting kita membangun silaturahmi besar dari Sabang sampai Merauke melalui Himapa. Ini adalah langkah awal kita yang sangat baik untuk menguatkan silaturahmi untuk masa yang akan datang, ini nilai silaturahmi ini sangat mahal, harus kita rawat dengan baik,” kata Aminullah. 

“Soal kemanan itu sudah jaminan pak Kapolres, sudah jaminan pak Dandim,” tegasnya. 

Aminullah menyampaikan, Provinsi Aceh pada umumnya dan Kota Banda Aceh khususnya merupakan daerah aman. Kota Banda Aceh, kata Aminullah, telah diakui oleh Kemenkum HAM dan telah mendapatkan penghargaan sebagai kota teraman, sehingga Ia meminta kepada mahasiswa Papua agar tidak resah selama berada di Kota Banda Aceh. 

“Dan perlu diketahui Aceh khususnya Kota Banda Aceh adalah daerah teraman di dalam hal konflik perbedaan suku, agama, itu tidak perlu diragukan, saya sebagai Wali Kota berada di garda terdepan untuk melindungi mereka (mahasiswa Papua),” tegas Aminullah. 

Dalam sambutanya, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Ryanto mengatakan, para mahasiswa Papua tidak perlu khawatir dengan isu-isu yang merebak. Dia meminta agar mahasiswa fokus belajar untuk meraih prestasi di dunia pendidikan. Kapolresta juga berbagi nomor handphonenya kepada mahasiswa Papua. 

“Catat nomor handphone saya, jika ingin bersilaturahmi atau ingin memberitahukan sesuatu tinggal hubungi saya. Jadi tidak perlu takut, kita di sini (Aceh) semua bersaudara,” kata Trisno. 

Sementara itu, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis menyampaikan agar semua pihak dapat menjunjung tinggi nilai adat istiadat dan kearifan lokal. 

“Ke mana pun kita pergi, kita harus menjunjung tinggi adat istiadat, dan kearifan lokal. Tapi di Banda Aceh adalah daerah aman, saya jamin itu,” ujar Dandim 

Yuspani Asemki, Ketua Himpunan Mahasiswa Papua (Himapa) mengatakan, selama berada di Kota Banda Aceh mahasiswa Papua tidak pernah mengalami diskriminasi. 

“Selama berada di Aceh selama 7 tahun kami tidak pernah merasa diskriminasi, pembedaan agama, mengejek itu tidak ada sampai sekarang dari 2012-2019 , kuliah berjalan lancar, walaupun kami di sini melihat keberagaman, walaupun di Aceh menerapkan syariat Islam yang merupakan agama mayoritas,” katanya. 

Menurutnya, masyarakat Kota Banda Aceh sangat bertoleransi dan menjaga tali silaturahmi. 

Yuspani mengatakan, jumlah mahasiswa Papua di Provinsi Aceh 108 orang. “Tapi kalau di Kota Banda Aceh saja 74 orang,” ujarnya. 

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00