• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Taufan Pawe : Terakhir WA 28 Agustus, Lalu 1 September BJ Habibie Dirawat

11 September
21:21 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Wali Kota Parepare, Taufan Pawe sangat terpukul dan berduka sangat dalam atas wafatnya Presiden Ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie), yang juga adalah putra terbaik Indonesia asal Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dirinya pun langsung memerintahkan warganya untuk mengibarkan bendera setengah tiang untuk sosok BJ Habibie.

"Parepare berduka, kami kehilangan tokoh nasional dan internasional. Ayahanda Habibie. Kami intens berkomunikasi," ucap Taufan Pawe saat wawancara eksklusif dengan RRI, Rabu (11/9/2019).

Mengenai seperti apa kedekatannya, Taufan lantas mengutarakan, bukan untuk menyombongkan diri kepada siapapun, ia dan BJ Habibie memang sangat karib, sangat intens berkomunikasi, bahkan namanya sampai diubah oleh Habibie dari Taufan Pawe menjadi Taufan Dahsyat.

"Beliau ayah intelektual saya," sebut Taufan melanjutkan.

BACA JUGA: BJ Habibie Wafat, Negara Tetapkan Tiga Hari Berkabung Nasional

Tapi percakapan terakhirnya dengan sang ayah intelektual adalah pada 28 Agustus 2019 malam. Dan itu adalah beberapa hari sebelum BJ Habibie kena anfal akibat gangguan jantung. 

"Beliau masuk perawatan sejak 1 September 2019 lalu," imbuhnya.

Saat-saat terakhir berkomunikasi, menurut Taufan, BJ Habibie banyak mengirimkan lagu-lagu kesukaannya dan video-video motivasi.

Taufan rencananya tiba di Jakarta pada Kamis (12/9/2019) besok pagi. Dirinya akan tinggal di Jakarta selama masa berkabung ayah intelektualnya tersebut.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, Presiden Ke-3 RI, BJ Habibie tutup usia hari ini, pukul 18.05 WIB, dalam usia 83 tahun akibat gangguan organ jantung akibat usia yang menua. Atas wafatnya Sang Tokoh Teknologi Indonesia tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan masa berkabung selama tiga hari, dan pengibaran bendera setengah tiang.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00