• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

RRI Lahir dari Bumi Pertiwi, Terbit dari Timur Tahun 1945

11 September
13:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI), Mohammad Rohanudin menyampaikan bahwa RRI lahir dari bumi pertiwi, untuk itu RRI harus bertoleransi dalam merajut kohesi bangsa, menghidupkan yang redup, menjadi cahaya keemasan bagi Indonesia yang lebih bermartabat.

"RRI lahir dari bumi pertiwi dan akan mati bergulung-gulung ketika kiamat tiba. Sekali diudara tetap diudara, merah darahku Indonesia, belah dada kita, letakkan garuda didada kita yang mengucur adalah darah merah putih Indonesia," tuturnya ketika menyampaikan pidato dalam HUT RRI ke 74 di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya RRI tidak perlu sibuk dengan menaikkan brand dan reputasinya karena RRI sudah dikenal lahir dan tumbuh bersama Indonesia. Namun, seiring jalannya waktu, RRI menghadirkan program digital RRI Net untuk sekedar mencerdaskan bangsa.

"Sama-sama terbit dari timur persis di tahun 1945, di era digitalisasi RRI lebih menyebrang terbang melayang ke angkasa ke semua platform tidak terkecuali radio yang divisualkan yang kemudian kami beri nama RRI NET. Hadir bukan untuk bersaing melainkan ingin lebih jauh menorehkan perjuangan sejatinya, memberikan pencerahan kepada bangsa Indonesia," jelasnya.

Saat ini RRI, kata Rohanudin, juga menjadi satu-satunya lembaga penyiaran yang dapat merasuk ke rusuk-rusuk bumi pertiwi Indonesia mulai dari sabang sampai merauke, dari Miangas Sampai Pulau Rote.

"Didadanya ada merah putih, dibola matanya terpancar cahaya keindonesiaan, kami hadir untuk anda semua bangsa Indonesia. Sekali diudara tetap diudara," tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00