• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Rommahurmuziy Disebut Terima Uang Suap Rp 325 Juta Bersama Lukman Hakim

11 September
13:26 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Rommahurmuziy menerima uang Rp 325 juta. Penerimaan uang itu diduga terkait  jual beli jabatan di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. 

"Terdakwa Muchammad Rommahurmuziy selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara yakni selaku anggota DPR periode 2014-2019 yang diangkat berdasarkan keputusan Presiden nomor 92/P tahun 2014 sekaligus selaku ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersama-sama dengan Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama RI periode 2014-2019” kata seorang Jaksa KPK di Gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Pemberian uang itu diduga terkait pemilihan Haris Hasanudin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Rommy dan Lukman diduga melakukan intervensi langsung maupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Haris Hasanudin.

"Salah satu persyaratan untuk menduduki jabatan tersebut adalah tidak pernah dijatuhi sanksi hukuman disiplin PNS tingkat sedang atau berat dalam 5 tahun terakhir serta mengisi surat pernyataan tidak sedang menjalani hukuman penjara atau kurungan dan/atau sanksi disiplin PNS tingkat sedang atau berat” jelas jaksa dalam persidangan.

Haris selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur mencalonkan diri untuk jabatan itu. Haris sebelumnya diketahui pernah dijatuhi sanksi disiplin sebagai PNS berupa penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun. 

"Haris Hasanudin sulit menemuinya maka oleh Musyaffa Noer (Ketua DPP PPP Jatim) disarankan untuk menemui terdakwa selaku anggota DPR sekaligus Ketum PPP mengingat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin adalah kader PPP yang mempunyai kedekatan khusus dengan terdakwa” kata jaksa.

Haris kemudian diketahui menemui Rommy di kediamannya untuk membahas rencana jabatan Kakanwil Kemenag Jatim. Atas rencana itu, Rommy menyampaikan langsung kepada Lukman Hakim dan Haris agar lolos seleksi tahap administrasi. Selama proses seleksi tersebut, jaksa mengatakan Haris memberikan uang Rp 255 juta kepada Rommy secara bertahap. 

"Gugus Joko Waskito (staf khusus Menag) memberitahukan kepada Haris Hasanudin bahwa terdakwa dan Lukman Hakim akan segera menentukan Kakanwil Jatim” jelas jaksa 

Lukman Hakim kemudian dketahui mengangkat Haris Hasanudin sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur pada 4 Maret 2019. Pengangkatan itu berdasarkan surat keputusan Menteri Agama nomor B.II/04118 yang dilanjutkan dengan pelantikkannya pada 5 Maret 2019. 

Atas perbuatan itu, Rommy didakwa bersalah melanggar Pasal 12 huruf b UU Tipikor Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) juncto Pasal 64 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00